Rara menarik napas dalam-dalam, membuat ingusnya ikut tertarik langsung ke tenggorokan. Avin yang berbaring di depannya menggeleng pelan dan menarik tisu yang ada di meja kecil. Ia memberikan benda itu pada Rara yang langsung diterima. Avin benar-benar tidak menyukai suasana IGD. Bau obat-obatan yang menyengat, suara monitor jantung dan hawanya yang terasa aneh karena ia benar-benar jarang menginjakkan kaki di IGD membuatnya ingin cepat-cepat keluar dari sana. Namun, Rara menahannya dan meminta agar mereka menunggu Kevin dan Shinta menyelesaikan masalah Jessica. Karena Avin tipe cowok yang menuruti keinginan gadis pujaannya, apalagi dia sedang dalam mode membuka hati Rara untuknya lagi, maka ia rela berlama-lama di tempat itu. “Ck, aku yang terluka tapi kamu yang nangis. Batin kita emang

