Brak!
Herman menggeprak kuat meja kerjanya sebagai CEO Elmer cabang Jakarta dan Singapura. Dia ditelpon Imelda, dan mantan calon mertua menceritakan kemalangan yang di dapat Susan. Mendengar ini, dia sangat marah sebab Susan dirusak sama Kate, dan dia tidak bisa berbuat apa pun. Tubuh kekar dia setengah membungkuk di depan meja.
Ivan melihat ini menghela napas, si bos beruntung selamat dari hukuman dengan berlagak tidak tahu rencana jahat tersebut. Jika tahu, maka Gordon akan mencincang Herman.
“b******k!” terdengar makian lantang Herman, “Kenapa jadi begini?” dia memandang lurus ke depan, “Kupikir, persoalan kemarin selesai dengan mengusir Susan dan Imelda dari pesta itu.” Dia berpikir kasus kejahatan Susan tidak dipermasalahkan, sebab Wyne menyuruh Kun mengusir sang kekasih dan Imelda dari pesta. “Mengapa Oma Kate mendadak memperkarakan, dan merusak Susan?” ujarnya tidak menyangka Kate langsung mengambil tindakan untuk menghukum Susan.
Ivan kembali menghela napas, sudah menduga kasus kejahatan itu tidak dibiarkan begitu saja sama Kate, sebab merupakan tindakan criminal. Lantas, apa Herman lupa bahwa pantang bagi Kate hanya menjebloskan pelaku ke penjara tanpa mendapat hukuman pribadi? Dulu pun saat Carter mengetahui Imelda dalang pembunuhan atas Ratna, Kate nyaris menghabisi Imelda, tapi David merengek minta pengampunan.
“Argghh!” Herman menjerit lantang melepas kemarahan, “Sekarang Susan pasti hancur hidupnya!” dia merasa sang kekasih hancur, “Baik!” dia mengacungkan jari telunjuk tangan kanan, “Ivan!” lantas berseru lantang memanggil Ivan, padahal si asisten berdiri di sebelah dia.
“Saya, Tuan.” Ivan cepat menyahut, tidak ingin menenangkan si bos, sebab percuma. Herman tidak seperti Ricardo yang bisa ditenangkan sama asisten.
“Panggil Dahlan kemari!” Herman mengalihkan pandangan, ditatap asisten itu, “Saya harus membebaskan Susan.” Disuruh pria itu memanggil Dahlan pengacara pribadi dia.
Ivan menghela napas, “Maaf Tuan, sebaiknya tidak Anda lakukan hal itu.”
Herman terkesiap, “Mengapa? Apa saya biarkan Susan di penjara, setelah dirusak sama Oma Kate?”
“Tuan, Anda sudah suami Nyonya Wyne,” Ivan kembali menghela napas, “Jika Anda membebaskan mereka, maka akan membuat hubungan kedua keluarga pecah.” Dituturkan apa yang pasti terjadi jika Herman membebaskan Susan, “Baiknya sementara Anda biarkan saja Nona di penjara, karena tidak adalagi hukuman fisik dari Nyonya Kate.”
“Membiarkan wanita Saya di penjara?” Kedua mata Herman sedikit membesar, “Susan bisa mati di sana, Ivan!”
“Nona tidak akan mati, Tuan.” Ivan menghela napas, “Tuan, lebih baik Anda baik-baik sama Nyonya, jika ingin mengambil alih Scoot Group.”
“Saya baik-baik ke perempuan hina itu?” Herman mendengus kesal disarankan agar bersikap baik sama Wyne, “Tidak akan, Ivan.”
“Tapi bukan kah Anda sudah berencana mengambil Scoot Group dengan menikah sama Nyonya Wyne? Mengapa sekarang Anda tidak mau baik-baik ke dia?”
“Karena dia mencelakai Susan.” Herman sedikit menoyor d*** Ivan dengan jari telunjuk tangan kanan.
“Tuan, Nona Susan yang mencelakai Nyonya Wyne.” Ivan menampik tuduhan Herman, “Maka sebagai suami yang baik, Anda berbaiklah sama Nyonya Wyne. Siapa tahu dengan itu, Nyonya Wyne minta Nyonya Kate membebaskan Nona Susan.”
***
Wyne menghela napas, sebab David datang ke klinik menemui dia secara pribadi. Dia feeling pasti sang ayah meminta untuk membebaskan Susan, sebab James sudah memblokir jalan pembebasan bersyarat untuk sang adik.
Kedua mata dia melirik si ayah yang duduk di single sofa ruang kerjanya di Scoot Clinic. Tampak ayahnya meremat-remat jari tangan yang tertaruh di kedua p*** pria itu. Dia tidak menyangka putra tunggal Kate bisa menghapus kasih saying dari dia setelah beristrikan Imelda dan mendapat Susan sebagai anak.
“Wyn-“ David akhirnya bicara, “Susan itu adikmu-“ diingatkan status Susan dalam kehidupan Wyne, “Harusnya Kamu tahu dia tidak benar-benar melakukan kejahatan, hanya ingin memberitahumu kalau Herman kekasih dia.”
Mendengar ini, wajah Wyne tersenyum sinis.
“Jadi-“ ditatap sang ayah, “Mengorek miss V Wyn dengan belati tajam itu, lantas setelah itu dia bunuh Wyne, semua itu hanya untuk memberitahu kalau Herman kekasih dia?” diulang semua perkataan si ayah.
“Apa maksudmu dengan setelah itu dia membunuhmu?”
“Papa, dia menyuruh orang mencekokan obat perangsang dalam dosis sangat tinggi.” Wyne memberi jawaban, “Jika Wyn digilir para pria utusannya, maka setelah rudapaksa itu, Wyne akan meninggal kelelahan. Itu berarti dia ingin membunuh Wyn kan?”
Dhuar, David terperangah mendengar ini, mungkin kah semua itu? Setahu dia, putrinya itu hanya memberi pelajaran saja ke orang yang dianggap menentang, tidak akan dibunuh.
David tidak pernah tahu, kalau Susan melakukan serangkaian pembunuhan tanpa jejak terhadap musuh si anak.
“Tidak mungkin semua itu, Wyn-“ David menukas penjelasan Wyne, “Adikmu hanya memberimu pelajaran saja.”
“Pelajaran kata Papa?” Wyne cepat menyela, “Memberi pelajaran dengan mengorek miss V pakai belati, lantas mencekokan obat perangsang dosis tinggi, kemudian menyuruh orang memperkosa?” dibeberkan semua kejahatan Susan untuk kesekian kali, “Ckckck-“ dia mendecak sinis, “Pantas saja saat Bunda membenamkan Mama ke dalam kolam yang airnya tinggi klorin, Papa membiarkan saja, karena menurut Papa itu cara Bunda memberi pelajaran ke Mama, bahwa hanya Bunda yang berhak atas Papa dan bergelar istri sah Papa!” Dia pun mengingatkan peristiwa kematian Ratna yang tragis.
“Hei!” David terkejut mendengar ini, “Ibumu main gila sama Daus, tukang kebun itu!” dia ingat memergoki Ratna main kuda-kudaan sama Daus-tukang kebun di rumahnya, “Jadi, Melda pantas menjadi tangan Papa untuk menghukum pezinah itu.”
“Pezinah, Papa?” suara Wyne sedikit meninggi dengan kedua mata tampak marah, “Daus sudah mengatakan, semua kejadian itu sengaja dibikin Bunda untuk menyingkirkan Mama istri sah Papa!” dia ingatkan kembali saat Daus bersaksi bahwa ranjang panas itu rencana Imelda.
“Halah!” David mengibaskan sedikit tangannya ke udara, “Sudahlah!” dihentikan pembicaraan mengenai kematian Ratna, “Sekarang, Kamu ke Oma Kamu untuk membebaskan Susan, lantas ceraikan Herman, agar adikmu menjadi istri Herman.” Diturunkan perintah semena-mena ke Wyne.
Mendengar ini, hati Wyne sangat sakit, tapi ditahan diri untuk tidak menyemburkan kemarahan ke sang ayah.
“Maaf, Tuan David Scoot!” Dia bicara dengan menyebut tuan ke si ayah, bukan Papa, “Perbuatan yang dilakukan putri Anda adalah kejahatan terencana.” Ujarnya dengan suara tenang dan tegas, “Maka, dia harus menjalani semua hukuman itu sebagai harga yang harus dibayarnya karena melakukan kejahatan terencana.”
Jreng, David terperangah,
“Kamu melawan Papa, Wyn?” dia tidak percaya si sulung yang biasanya penurut tidak mau diperintah membebaskan Susan.
“Bukan melawan, Tuan David Scoot-“ Wyne bicara dengan wajah dingin, “Anda sangat tahu, semua manusia yang melakukan tindakan kejahatan terencana atau tidak, maka harus menjalani hukuman, entah itu dari kepolisian, atau pihak korban.”
Jreng, kembali si ayah terperangah.
“Wyn, dia adikmu.” David masih memaksa Wyne untuk menuruti perintah dia, “Kamu sebagai Kakak harusnya maklum mengapa dia melakukan itu demi menikah sama kekasihnya.”
“Apa dia menganggap Saya kakak?” Wyne tidak menanggapi tekanan David, “Tidak, Tuan David!” dia acungkan jari telunjuk tangan kanan, digoyang-goyang sedikit, “Putri Anda tidak menganggap saya sebagai Kakak, tapi dianggap musuh. Musuh yang menghalangi dia menjadi tuan putri di keluarga Scoot. Tapi dia lupa, dia hanya anak selir, tidak akan pernah menjadi tuan putri di keluarga Scoot.”
“Kurangajar!” David menjadi naik pitam sebab si sulung dengan berani melawan dia, “Susan anak sah, Wyne. Darah daging Papa! Maka dia tuan putri! Jadi Kamu sebagai kakak harus menjaga kehormatan dia sebagai tuan putri!”
Wyne berdiri, lantas berseru..
“Sahid!” dipanggil Sahid yang diminta menunggu depan pintu ruangan ini. “Sahid!”
Sahid mendengar seruan tersebut, tergesa membuka pintu dan menemui Wyne.
“Saya, Nona besar.”
“Tolong antar Tuan David keluar dari klinik ini.” Wyne langsung memberikan instruksi sambil menunjuk David yang geram sebab dia tidak mau menunduk kalah, “Sampaikan juga,” imbuhnya dengan wajah tenang, “Bulan depan, Beliau di undang menghadiri persidangan Susan Scoot.”
“Baik, Nona.” Sahid menganggukan kepala, lantas mengalihkan pandangan ke David yang memukul udara dengan satu kepalan tangan, “Tuan David-“ ditegur ayah sang putri, “Mari silahkan, Saya antar Anda.” ujarnya sedikit mengangkat tangan kanan ke arah pria itu sebagai isyarat meminta putra Kate ini patuh sama perintah Wyne.
David mendengus kesal, berdiri, gegas, mendekati Wyne. Ditatap si anak yang raut wajah begitu dingin.
“Wyn-“ ditegur putri sulung ini, “Kamu benar tidak mau mengalah sama adikmu?”
“Sahid!” Wyne malah memanggil Sahid, “Lekas antar Tuan David keluar dari Scoot Clinic ini.” Lantas menyuruh asisten segera mengeluarkan David, setelah itu dia ke meja kerja, duduk di kursi dengan posisi lurus ke depan. Dia tidak ada memandang ke David.
David sedikit menarik bibir ke dalam, merasa geram, mengapa si sulung berubah drastis?
“Wyn!” dia memanggil putrinya, “Karena Kamu menolak mengalah sama adikmu, maka mulai hari ini, Kamu bukan anak Papa, dan dicoret dari keluarga Scoot.” Dikeluarkan ultimatum sebagai jalan lain memaksa si anak untuk mengalah. Diamati putri cantik ini, apakah akan ketakutan dan memohon ke dia.
“Tuan David-“ Wyne bersuara tenang tanpa memandang ke ayahnya, “Dengan senang hati saya tidak lagi menjadi anak Anda.” diterima keputusan sang ayah, “Jadi ke depan, saya tidak perlu berurusan sama Anda, Nyonya Imelda, dan Nona Susan.”
David tercengang, mengapa si sulung tidak gentar, lantas,
“Kamu juga bukan lagi cucu almarhum kakekmu dan nenekmu.” Dilanjutkan mengancam sang putri.
“Anda tanyakan saja ke Oma, apa setuju dengan itu? Saya jamin Anda yang akan ditendang dari keluarga Scoot sama Oma.”
***
Los Angeles.
Isala menyemprotkan parfum dengan keharuman sensual di seluruh badannya yang bak gitar Spanyol itu dan mulus bening. Setelah itu memakai lingerie seksi berwarna merah terang. Malam ini adalah malam pengantinnya sama Ricardo, pria pujaan hatinya.
Kemudian dipandangi diri depan cermin, lantas tersenyum sumringah. Dia mengenal Ricardo di pesta launching Elmer Oil Company di Texas, langsung jatuh cinta sama sang CEO tampan tersebut. Dia datang ke launching itu bersama Peter Smith sang ayah yang merupakan partner bisnis Gordon.
Namun, pangeran sudah punya kekasih hati bernama Maria, dan selalu menggandeng sang kekasih.
Dia tidak menyerah, diselidiki siapa Maria, sehingga tahu perempuan itu berencana punya anak dari Ricardo dengan rajin konsultasi sama dokter Fox, rekan sejawat dia di Elmer Hospital Los Angeles, sebab dia seorang dokter di sana. Diam-diam, ditukar semua obat kesuburan dengan racun yang perlahan menjadi kanker ganas dalam tubuh Maria.
Hingga akhirnya Maria meninggal, lantas dia langsung membujuk Peter menjodohkan dia sama Ricardo dengan alasan agar kerjasama bisnis semakin menguat. Si ayah setuju, maka membujuk Gordon merencanakan perjodohan itu.
Kini, perjodohan sudah terlaksana, sebab Ricardo resmi menikahi Isala. Maka malam pengantin, Isala harus membuat sang CEO puas di ranjang panas.
Kembali ke perempuan itu yang masih berdiri depan cermin rias, lantas segera berdiri, dan keluar dari dressing room suite hotel yang dibuking Gordon untuk dia dan Ricardo bermalam pengantin.
Setelah berada di dalam kamar, dia mengamati sekitar kamar yang dihias indah dengan bunga-bunga segar dan pengharum ruangan beraroma sensual. Senyum sumringah kembali menyebul di wajah cantiknya. Sudah terbayang malam pengantinnya akan berlangsung super panas.
Namun, dia belum melihat Ricardo. Padahal tadi sang suami minta dia lebih dulu ke kamar.