Di Antara Dua Pilihan - Ikrar Talak Hawa dingin yang membuai, alunan lagu yang menenangkan, membuat Marisa terlelap dengan cepat. Aksara melihat jam tangannya, lima menit lagi tepat pukul satu siang. Untungnya mereka tadi sudah Salat Zhuhur di mushola bawah sana. Dipandangi wajah perempuan yang lima bulan ini telah mendampinginya. Sejak awal pernikahan, mereka berdua sudah dihadapkan pada persoalan yang menguras hati dan pikiran. Terlebih untuk mereka, pasangan yang baru saling mengenal dan butuh adaptasi. Masih terbayang peristiwa beberapa jam yang lalu. Daniel memang berusaha meyakinkannya. Namun ia bisa merasakan bagaimana lelaki itu berusaha menekan dalam-dalam perasaannya pada Marisa. Aksara salut, dia pria kaya yang tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Hujan makin deras. Ai

