Minggu malam .... Dua orang laki-laki duduk berhadapan di sebuah kafe tempat mereka janjian untuk bertemu. Kafe milik Tito, sahabat Daniel. Di atas meja bulat ada dua cangkir kopi hitam dan sepiring sandwich. Tadi Daniel telah sampai lebih dulu daripada Aksara. Sedangkan di balik meja kasir, Tito memperhatikan mereka berdua. Dia tahu tujuan dua lelaki itu bertemu. "Hari Rabu nanti saya akan resmi bercerai dari Shela." Daniel bicara setelah menyesap kopinya. Aksara diam sambil memperhatikan. Tidak mungkin dia akan mengatakan 'semoga sukses' atau 'semangat, Pak Daniel', karena perpisahan tetaplah luka. Apalagi bagi anak-anak mereka. "Maafkan dia atas keributan kemarin pagi. Semenjak hubungan kami bermasalah, Shela memang sering bertindak semaunya sendiri. Nggak peduli orang lain terlu

