Sensitif 2

910 Kata

Marisa sering mendoakan agar Hafsah mendapatkan jodoh yang saleh. Jauh lebih baik dari sosok Aksara. Agar luka hatinya bisa terobati dan Marisa tak lagi dihinggapi rasa bersalah. Memang siapa yang bisa menolak perasaan cinta yang merasuki hati. Namun setiap insan diberikan kekuatan untuk mengendalikan. Diberikan naluri untuk memilah mana yang tepat dan mana yang tidak. Mana yang pantas dan mana yang terlarang. Setelah beberapa lama dalam situasi yang serba canggung bagi Marisa, akhirnya Aksara mengajak pamitan. Hafsah mengantarkan hingga ke depan pintu, kemudian kembali masuk dan menutup pintu rapat-rapat. "Kita mampir masjid untuk sholat maghrib dulu, sudah azan ini. Setelah itu baru kita pulang," kata Aksara saat mereka melangkah di lorong rumah sakit. Marisa menjawab dengan anggukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN