Luka Lama 2

1019 Kata

Daniel yang berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana, diam-diam mendengarkan. Ia bisa merasakan sakitnya Sarah sekaligus tahu apa yang dirasakan Adnan. Sebab dia juga seorang ayah yang sangat mencintai anak-anaknya. Namun dia bukan Adnan yang mengabaikan darah dagingnya sendiri. "Bunda, aku mau ngambil mainan yang ada di mobil." Fatimah bicara pada Sarah. "Sini, Sayang. Papa ambilkan," kata Daniel yang mendengar permintaan putri tirinya. Gadis kecil langsung berlari menghampiri Daniel ke halaman. Digendong oleh Daniel dan diajak ke mobilnya yang terparkir di halaman depan. Adnan memperhatikan hingga mereka hilang di balik tembok rumah. Dia melihat sendiri bagaimana laki-laki itu menyayangi Fatimah. Selama ini dia menjadi ayah yang baik untuk kedua anak dengan istri b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN