Di Antara Dua Pilihan - Ziarah dan Kebun Teh Johan memandang area pemakaman yang lengang pagi itu. Hanya ada satu orang laki-laki tua yang tengah menyapu di sana. Mahika masih menunggu sang suami untuk melangkahkan kaki memasuki gapura makam. Ini pertama kalinya Johan ziarah ke makam Melia. Mahika juga belum tahu makam wanita itu yang sebelah mana. "Kita bisa bertanya pada bapak juru kunci itu, Mas," kata Mahika seraya menatap bapak tua yang serius menyapu. "Di sini ada ratusan makam, apa mungkin bapak itu tahu yang kita cari?" Johan ragu. "Semoga saja tahu. Kalau pun nggak tahu, beliau bisa bantuin kita nyari." Johan mengangguk pelan. Mahika menautkan tangan kanan ke lengan suaminya, sedangkan tangan kirinya memegang keranjang kecil berisi bunga mawar merah dan putih yang ia beli

