Bahkan suara berisik mereka tidak akan ada yang mendengarnya. Lelah mendaki, mereka berbaring bersebalahan. Saling menoleh dan tersenyum bahagia. "Aku nggak tahu harus berkata apa untuk mengucapkan terima kasih padamu." Johan berbaring miring dengan siku tangan sebagai tumpuannya. "Nggak nyangka setelah apa yang terjadi, aku bisa menikmati hidup berkeluarga. Punya istri dan anak." Mahika tersenyum. "Kita memang ditakdirkan berjodoh. Meski harus melewati banyak peristiwa, sebelum kita dipertemukan lagi." Johan mengecup kening istrinya. "Padahal waktu kuliah dulu, kita mana pernah berpikir kalau pada akhirnya akan menikah. Kamu cinta banget sama Yuda." "Dan kamu begitu memuja Melia, kan? Setiap cerita tentang gadis itu, sinar matamu nggak bisa menyembunyikannya. Di grup alumni atau dipe

