"Apa kabar?" "Baik, Mas. Mari masuk." Aksara mengajak duduk laki-laki itu di gazebo yang ada di halaman rumah mamanya. Wajah pria yang asing bagi Marisa itu tampak sendu. "Oh ya, kenalin. Ini Marisa istriku, yang kecil itu anakku dan yang besar anak Mas Johan." Aksara berkata sambil memandang Marisa dan anak-anak yang duduk tidak jauh dari gazebo. "Kabar Mas Adnan bagaimana? Udah lama kita nggak ketemu. Ada enam tahunan, 'kan?" Adnan mengangguk. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa malu dan gelisah. Terlebih beberapa warga yang lewat memandang ke arahnya. Reaksi kaget dan penasaran ditunjukkan oleh tatapan mereka. Bahkan ada yang sempat berhenti untuk memastikan, apakah yang dilihatnya itu benar Adnan yang pernah tinggal di lingkungan mereka? "Kabarku baik, Sa. Oh ya, Bu Arum mana?"

