Hari – hari terasa begitu cepat, tak terasa Kanaya sudah memasuki semester 4, semester akhir untuk sekelas dengan teman – teman yang lain. Di semester yang akan datang, kelas mereka akan berubah, kemungkinan tak satu kelas memilih jurusan yang sama. Kanaya sudah memutuskan memilih jurusannya, syukurnya Clara dan Agung memilih jurusan yang sama dengan Kanaya, sehingga Kanaya nanti tak perlu bersosialisasi dengan yang lain. Tiga semester bersama, membuat Kanaya makin akrab dengan mereka, tak jarang mereka bertiga akan nongkrong bareng. Clara tau menempatkan diri berteman dengan Naya yang pendiam, Clara akan bercerita banyak hal di mulai dari gosip artis hingga gosip ayam – ayam kampus, Ia tau segalanya. Kanaya sempat curiga kalau Clara di organisasi mahasiswa bukan sibuk untuk membuat program supaya kampus maju, malah sibuk mendapatkan data – data yang tak penting seperti gosip gosip yang diceritakan kepadanya. Clara bahkan membuat group w******p yang beranggotakan mereka bertiga, group 3 anak ayam, itu nama groupnya. Agung sempat protes dengan nama group tersebut, tapi tak mengubah nama group. Clara mengancamnya jika sempat mengganti nama group tersebut, tak akan mau berteman dengannya lagi. Yang membuat Agung membalas chat tersebut “memang beda kalau wajah berbanding terbalik dengan otak, makanya ga bisa membuat nama group yang bagusan dikit. Gara – gara balasan Agung tersebut, Clara mendiaminya hampir satu bulan. Agung berkali – kali minta maaf, tapi Clara tak pernah menggubrisnya. Bukan hanya minta maaf, bahkan makanan kesukaan Clara juga sudah dibelikannya mulai dari coklat hingga sup buntut ma’emun di Bogor yang terkenal dan viral itu juga tetap tak mengubah pendirian Kanaya. Hal tersebut sempat membuat Kanaya tak enak hati berdiri diantara dua orang, Kanaya bahkan sempat membujuk Clara untuk berbaikan dengan Agung, yang dianggap acuh oleh gadis itu. Usaha terakhir Agung yang dimaafkan oleh Clara adalah ketika aku membawa karton besar dengan tulisan Maafin gue ya, dan berdiri semalaman di depan rumahnya, membuat gadis itu akhirnya luruh. Kanaya bahkan pernah membahas di group mereka supaya Clara pacaran dengan Agung, dan Clara hanya berkata “ Gua jadiian ama Agung, ya ga mungkin lah Nay, jangan ngaco. Gua dah kenal dia dari orok, sd smp sma kuliah bareng. Hanya beda kelas doang waktu SMP dan SMA. Jadi baik dan kebanyakan bobroknya dia gua tau semua. “ Bukannya bagus ya kalau sudah saling kenal, jadi resiko untuk putusnya kecil, sedangkan langgengnya besar. Dan lu ga akan pernah berantam karena sudah mengenal kepribadiian masing – masing”. Clara hanya membalas waktu itu “Ga asyik tau pacaran kalau kita udah tau dia luar dalam, ga ada tantangannya dalam hubungan, rasanya hambar”. Kanaya yang tak terlalu mengerti terkait dengan hubungan pacaran, karena belum berpengalaman hanya membacanya saja. Toh juga setiap kisah cinta seseorang tak sama dengan yang lainnya. Itu yang dia pelajari dari drama drama korea yang sering ia tonton. Ada cerita yang menggambarkan bahwa seseorang yang selalu bersama dan selalu ada untuknya akan menimbulkan perasaan jatuh hati seperti film endless love misalnya. Tapi juga jangan lupakan kisah Gun Jandi yang mencintai Gun Jin Pyo, padahal Ji ho selalu bersamanya. Banyak kisah kisah lainnya, yang membuat Kanaya berpikir bahwa jatuh cinta itu selalu berbeda untuk setiap orang. Hanya saja Agung tak ikut nimbrung dalam pembahasan tersebut, Ia hanya membacanya. Biasanya Ia berisik apalagi namanya masuk dalam pembahasan. Beberapa hari setelah pernyataan itu, Agung berpacaran dengan anak lantai atas, masih satu angkatan. Mungkin itu yang membuat Agung tak ikut nimbrung dalam pembahasan tersebut. Kalau Clara, Ia tak berpacaran dengan siapapun tetapi banyak sekali pria teman jalannya, dimulai dari anak kelas sebelah hingga kakak tingkat. Berulangkali Kanaya menyuruhnya untuk memacari pria yang benar – benar membuatnya jatuh cinta, jangan jalan dengan banyak pria yang membuat gadis tersebut menjadi gadis liar dimata banyak orang. Dan yang namanya Clara tak pernah menanggapi. Selagi lu ga percaya, itu sudah cukup buat gua, itu balasan Clara setiap kali Kanaya memintanya untuk jalan dengan pria pria yang Ia sukai. Clara gadis humble, cantik, modis dengan body yang diidam – idamkan wanita, membuat Ia banyak disukai oleh temannya ntah itu lelaki ataupun perempuan. Berbanding terbalik dengan Kanaya, Ia hanya berbicara jika itu adalah hal penting terkait dengan kuliah ataupun tugas. Hal tersebut membuat Ia tak banyak teman di kelas. Nongkrong dengan teman sekelas adalah hal yang dihindari, selain tempat tongkrongannya jauh, Agung dan Clara juga tak sering bergabung dengan mereka, karena lebih sering dengan anak - anak organisasi. Selain itu Ia juga memiliki tubuh yang sedikit gemuk bila dibandingkan dengan teman teman perempuan lainnya. Jangan lupakan rambut ikalnya yang akan mengembang padahal baru disisir, yang membuat Kanaya ingin sekali meluruskannya. Jika tak ingat Dira yang selalu mengatakan Lu itu cantik Nay, ngapaiin rambutmu lu lurusin. Padahal ketika IA mencatok rambutnya, Dira dan keluarganya juga mengatakan Ia sangat cantik sekali. Tapi jika Ia mengutarakan niatnya lagi, Dira dengan bijaknya berkata Coba lu bayangin lu bangun tidur rambutlu lurus aja, lu pasti akan bosan dan merasa lu juga ga cantik, karena sudah terbiasa dengan rambutlu yang lurus itu Nay, ntar lu akan bingung melakukan apa lagi supaya tetap dianggap cantik, lu ga akan pernah puas. Cobalah untuk mencintai dirilu sendiri Nay, gua rasa lu kurang mencintai dirilu ya. Dan kalimat bijak tersebut keluar dari mulut Dira yang memang terlahir sempurna. Naya tak membantah, karena bisa jadi yang dikatakan oleh Dira itu benar. Ia kurang mencintai dirinya. Hari ini kelas kosong, kelas di tunda di hari Sabtu, mau pulang tapi mengingat masih ada kelas lagi setelah mata kuliah kosong tersebut membuat Naya untuk mengotak atik layar ponselnya. Jika seperti ini, Agung dan Clara tak di kelas, maka Ia hanya sibuk dengan buku buku atau sosial media miliknya. Sebagian teman temannya, keluar kelas dan ada juga yang bergosip di pojok kelas. Naya malas untuk bergabung, Ia tak mau dibilang bergabung dengan mereka karena Clara dan Agung tak ada. Ia memutuskan untuk melihat lihat pria yang saat ini mulai merayap didalam hatinya. Ia dia jatuh cinta pada pria yang tak dikenalnya secara mendalam, bukankah Ia sudah pernah berkata bahwa setiap orang jatuh cinta dengan cara yang berbeda beda. Ia mengenal pria tersebut yang tak sengaja mampir di explore IG ya. Tampan dan karismatik, pikirnya. Jika penulis penulis novel yang Ia sukai menceritakan ketampanan pria dengan mitologi Yunani. Ia tak tau apakah pria tersebut termasuk dalam mitologi Yunani untuk kadar ketampanannya. Yang Ia tau pria tersebut berwajah oriental mungkin Indonesia Chinese, jika dibandingkan dengan mitologi Yunani yang otomatis pria Eropa, maka menurutnya pria tersebut tak masuk dalam mitologi Yunani. Kan kata tampan merupakan kata yang subyektif. Tapi menurutnya pria yang ia sukai ini tergolong kata tampan untuk siapapun. Itu sebabnya IA tak pernah bercerita ini kepada Dira sahabatnya. IA ta k suka dicekoki dengan kata kata Kan lu belum kenal dia Nay, lu ga kenal Dia. Dan jatuh hati itu bukan perkara tampang dong. Ia tak mau itu terjadi. Biarlah Ia jatuh hati kepada seseorang dengan memendamnya. Rasanya mengasyikan, tanpa seorangpun merecoki atau mencekoki dengan membandingkan siapa dirinya dan dirimu. Di anggap tak pantas mencintai seseorang dengan alasan supaya nanti jika tak dapat kita tak merasa sakit, membuat Naya berpikir ulang untuk menceritakan kisahnya kepada siapapun.
Hai hai aku kembali lagi, maaf ya akhir akhir ini posting cerita tidak konsisten
Laptop aku lagi rusak, kemaren sempat buat cerita di handphone karena di ganguin adek, ceritanya jadi terhapusss..
Semangat membaca semoga suka. Sepertinya aku menambahkan beberapa quates di episode kali ini.