Maaf yang Tidak Mudah

686 Kata

BAB 26 Maaf yang Tidak Mudah Angin sore mulai berubah menjadi lebih dingin. Langit di atas kota kecil itu perlahan berubah warna, dari abu-abu pucat menjadi jingga yang samar. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar memperhatikan perubahan itu. Semua perhatian tertuju pada satu kalimat yang baru saja diucapkan Pak Arman. “Seseorang mencoba mencegahku menolongnya.” Alya menatapnya dengan mata yang tidak lagi sekadar bingung. Sekarang ada sesuatu yang lain di sana. Ketakutan. “Siapa?” tanyanya pelan. Pak Arman menggeleng. “Aku tidak melihat dengan jelas.” Dimas langsung berkata, “Itu tidak masuk akal.” Pak Arman menatapnya. “Malam itu gelap.” Ia menunjuk ke arah danau yang terlihat jauh di belakang sekolah. “Hanya ada satu lampu jalan di dekat air.” Alya menc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN