Pagi itu, seorang wanita melangkahkan kaki dengan perlahan. Wanita itu menyusuri lantai rumah yang dingin dan kotor, keluar dari kamarnya. Seluruh badan terasa sakit dan remuk redam, Ningsih-namanya. Namun, aneh sekali, dia tidak melihat ada bekas luka apa pun. Samar-samar, wanita itu kembali mengingat kejadian semalam. 'Andai aku tidak mengikuti saran temanku itu.' batin Ningsih bergejolak. 'Ahh, semoga benar. Jin yang semalam menikah denganku, semoga bisa membawa kekayaan untukku. Aku sudah muak hidup bersama Mas Agus dengan segala kesusahannya." imbuhnya dalam hati. Agus merupakan suami dari Ningsih. Mereka menikah sudah tiga tahun dan memiliki seorang putra berusia setahun, bernama Wahyu Putra Sadewa. Ningsih sengaja menyuruh Agus untuk mengajak Wahyu ke rumah neneknya-ibu dari Agus

