Di kamar yang di tempati Disa dan Tia, mereka segera menghampiri ember yang berisi air sisa siraman Mita yang berhasil Disa sembunyikan. “Mudah-mudah berhasil, ya Dis?” harap Tia. Disa lantas mengangguk, Tia segera mengambil air itu dengan bergayungkan telapak tangannya, dan segera membasuh wajahnya. Setelahnya, dia menatap Disa. “Gimana?” Disa lantas mengusap dahi Tia, dan menggeleng, itu berarti tanda Tia masih berada di sana. Tia terduduk lemas di samping ember. “Emang kamu liatnya gimana Dis pas tau-tau tanda di dahi Mita ilang?” tanya Tia penasaran. “Waktu itu pas Bu Sum yang mandiin trus ngusap wajah Mita kayaknya,” ucap Disa tak yakin, sebab dia melihat dari jauh dan Bu Sumarni memunggunginya. Setelah Bu Sumarni melakukan siraman untuk Mita tiba-tiba tanda di dahi Mita hilang

