Perempuan bertubuh mungil itu sudah menyibukkan dirinya di dapur sejak selesai sarapan pagi tadi. Rambut hitam panjang yang biasanya terurai itu kini ia cepol. Dengan celemek yang menggantung di tubuhnya, serta tangan yang penuh dengan tepung, perempuan itu bergerak bebas di dapurnya. Belum pernah Fany sesemangat ini ketika berada di dapur. Biasanya ia terlalu malas untuk sekedar menggoreng telur mata sapi, dan lebih memiilih untuk memesan makanan secara online ketimbang berkutat di dapur. Namun lain halnya dengan hari ini, ia ingin sekal-kali mencoba bagaimana rasanya membuat cookies dengan tangannya sendiri. Dibantu oleh resep yang diberikan Maminya, Fany cukup merasa percaya diri kalau cookies buatannya tidak akan mengecewakan. Fany membuatnya untuk laki-laki yang sudah beberapa kali

