Fany mendaratkan kakinya tepat di depan teras rumahnya yang cukup luas, diikuti oleh laki-laki jangkung yang juga sudah turun dari motor putih yang ia beri nama si Sexy itu. "Thanks ya, Vin," ucap Fany seraya menyerahkan helm yang sejak tadi melindungi kepalanya itu pada laki-laki di hadapannya. Gavin tersenyum, lantas menerima helm tersebut dan langsung mengaitkannya pada besi pembatas di jok belakang motornya. "Gue yang harusnya terima kasih, Fan," kata Gavin setelah beberapa saat lalu laki-laki itu terfokus pada helm yang sedang ia dikaitkan itu. "Buat?" Fany menyernyit, sebab gagal paham dengan alasan Gavin berterima kasih juga padanya. Padahal Fany merasa tak melakukan sesuatu apapun yang membutuhkan ucapan terima kasih. "Makasih, karena lo udah ngasih gue satu kesempatan," kata

