Angela berjalan terpogoh-pogoh tepat setelah ia turun dari mobilnya, diikuti oleh dua laki-laki di belakangnya yang juga sudah setengah berlari mengejarnya. Beberapa menit yang lalu Gavin meneleponnya, mengabarkan bahwa Fany, putri bungsunya itu pingsan di tengah derasnya hujan malam ini, sehingga laki-laki itu berinisiatif untuk melarikan Fany ke rumah sakit menggunakan taksi yang kebetulan lewat di depan mereka. Setelah langkah kakinya sampai pada satu tempat bertuliskan Unit Gawat Darurat itu, Angela langsung menghampiri Gavin dan membanjirinya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. "Gavin, Fany kenapa? Dia baik-baik aja 'kan? Kenapa bisa seperti ini?" tanya Angela yang tidak dapat menyembunyikan kecemasannya. Wanita paruh baya itu nampak beberapa kali mengembuskan napasnya gusar. "Ak

