25. Pengakuan Revan

1390 Kata

Tubuh Fany membeku seolah baru saja dihujani ribuan kilo balok es, tepat ketika Revan menyelesaikan ucapannya. Ia tak menyangka, kekhawatiran Gavin tadi benar-benar terjadi, dan lebih parahnya lagi adalah Revan mengatakan hal itu di depan keluarganya. Di depan Papi, Mami, dan Victor, kakaknya. "Kak, gue nggak ngerti," ujar Fany dengan suara bergetar. Pamdangannya sudah sedikit mengabur akibat air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. "Bang, lo gila?" Suara Gavin kini terdengar satu tingkat lebih tinggi dari biasanya. Rencana konyol macam apa yang sudah Revan siapkan malam ini, Gavin bahkan tak dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. "Revan, kamu sendiri tahu 'kan, kalau Fany dan Gavin sudah berpacaran sejak SMA?" tanya Angela setelah ia berhasil mengendalikan keterkeju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN