Gavin menghentikan laju motornya ketika sudah sampai di depan teras rumah dengan konsep minimalis dan bernuansa putih cokelat yang tak lain adalah rumahnya itu. Setelah melepaskan helm yang telah melindungi kepalanya selama perjalanan pulang tadi, ia masuk ke rumahnya. Sunyi. Gavin tak menemukan tanda adanya kehidupan kecuali dirinya di sana, sehingga laki-laki itu langsung menyimpulkan bahwa kakaknya belum pulang. Memang sih, ini baru jam dua siang, jadi bisa dipastikan kalau saat ini Revan masih berada di bengkelnya. Laki-laki itu melangkahkan kakinya ke kamar, dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk di sana. Pikirannya melayang pada ucapan Fany ketika di kampus tadi. Fany bilang, ia ingin sekali ingatannya itu kembali, karena tiba-tiba saja perempuan itu merasa penasaran

