Gavin menegakkan punggungnnya ketika pintu rumahnya itu terbuka dan menampilkan sang kakak yang baru saja tiba di rumah. Setelah keduanya bertemu di rumah Fany tadi, mereka memang pulang di saat yang bersamaan, namun Gavin yang terlebih dahulu sampai karena ia mengendarai motor. Sesampainya di rumah, Gavin biasanya akan langsung masuk ke kamanya. Tetapi lain halnya dengan malam ini. Ia sengaja menunggu sang kakak untuk meminta penjelasan tentang undangan makan malamnya untuk keluarga Gwen itu. “Bang, apa yang lagi lo rencanakan?” tanya Gavin padaa sang kakak yang hendak melewatinya menuju ke kamarnya. Revan menghentikan langkahnya. Laki-laki itu kini menatap manik mata Gavin lekat, “Maksud lo apa? Gue nggak ngerti,” sahut Revan. “Sebenernya apa tujuan lo, sampe ngundang keluarga Fany u

