35. Menyesal

1794 Kata

Angela mendorong kursi roda yang diduduki oleh putrinya itu untuk masuk ke dalam ruang ICU. Tujuannya bertumpu pada satu bangsal di mana seorang lak-laki tengah terbaring dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya. Fany menutup mulutnya ketika wajah pucat laki-laki itu semakin terlihat jelas. Perasaan bersalah kian timbul memenuhi relung hatinya. Kalau saja waktu itu ia menuruti perkataan Gavin, mungkin laki-laki jangaung itu masih akan sehat dan baik-baik saja sekarang. "Vin, ini aku, Fany." Bergetar, suara Fany menyapa Gavin. Perempuan itu tersenyum pahit tatkala sapaannya hanya disahuti oleh suara monoton dari alat medis yang berada di samping Gavin. "Are you okay?" tanya Fany dengan suara lirihnya. Perempuan itu mengulurkan tangannya untuk meraih tangah Gavin, lalu menggen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN