“Kecelakaan satu minggu lalu, apa itu ulah lo, Kak?” Fany memberi jeda pada ucapannya, sebelum akhirnya ia kembali berujar, “Sama seperti kecelakaan yang menimpa gue di London saat itu?” Revan menegakkan punggungnya, masih mencerna dengan baik ucapan Fany barusan, karena bisa saja Revan sudah salah dengar. Namun seberapa kali pun ia menyangkal, tatapan kecewa dari manik mata Fany sudah memperjelas segalanya. Iya, rupanya perempuan itu sudah mendapatkan kembali ingatannya, dan secara otomatis, ia mengingat kejadian di London beberapa bulan lalu. * London, 9 April 2014 Fany baru saja tiba di depan gedung asramanya setelah beberapa saat yang lalu ia berada di perpustakaan yang letaknya tidak terlalu jauh dari asrama dan univesitasnya. Ia memang sengaja pergi ke perpustakaan malam-malam be

