15. Satria Garuda

1257 Kata

“Apa kamu adalah orang yang udah aku lupakan?” gumam Fany di sela embusan udara sejuk dari pendingin udara di kamarnya. Getaran yang berasal dari ponsel di atas nakas itu lagi-lagi berhasil menarik Fany dari lamumannya, mau tak mau ia menyudahi pergulatan di kepalanya dan menjawab telepon dari kakaknya itu. “Apaan sih, Piktong?” dengus Fany pada kakaknya yang sudah beberapa kali meneleponnya itu. “Cepetan mandi, udah jam berapa ini?” ujar Victor di seberang sana. Padahal laki-laki itu berada di kamarnya yang terletak di sebelah kamar Fany, tapi ia terlalu mager untuk menghampiri sang adik, oleh karena itu Victor membangunkan adiknya dengan cara meneleponnya. “Yaelah, baru jam enam. Kelas gue aja jam sembilan.” Fany merotasikan bola matanya. Tak habis pikir kenapa Victor mengganggu tidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN