Kegelapan masih menjadi teman akrab, gue enggan membuka mata meski sinar matahari menerpa sebagian dari wajah seperti cahaya kemerahan di balik kelopak mata gue yang tertutup. Entah bagaimana dan harus seperti apa. Gue pada akhirnya membuka mata secara spontan dan begitu tiba-tiba setelah mengingat satu kejadian semalam. Gue merubah posisi dari semula berbaring seperti babi yang malas dan sekarang duduk seperti orang pesakitan. Dimana gue? Ada dua orang pelayan memakai baju seragam yang tengah sibuk merapihkan kamar. Kamar? Gue menyadari tengah berada di atas ranjang yang tidak pernah gue tempati sebelumnya. Selimut tebal berwarna pink kecoklatan polos menutupi tubuh bawah gue. Gue bahkan sudah mengganti baju. Baju tidur yang terlihat feminim dan sopan, berkerah dan berlengan panjang ber

