bc

Pengantin Baru

book_age18+
2
IKUTI
1K
BACA
adventure
forbidden
heir/heiress
bxg
serious
mystery
campus
high-tech world
addiction
naive
substitute
like
intro-logo
Uraian

Aruna membuka matanya. Kepalanya terasa berat, rambutnya sudah tergerai. Aruna merasa bingung. Yang lebih mengagetkan lagi, dia melihat ada sosok pria tidur di sampingnya tak memakai baju, rupanya dia pun hanya mengenakan pakaian dalam. Aruna melihat ke dinding depan tempat tidur, ada foto prewedding dirinya bersama pria itu di pantai. "Aku nggak inget siapa kamu.""Aku suami kamu, kita baru nikah kemarin."Aruna menatap mata suaminya dalam-dalam. Dia merasakan getaran di hatinya. "Aku tau kamu pasti sangat mencintai istri kamu, wanita itu. Tapi entah kenapa aku merasa dia bukan aku." "Kalau gitu, kamu siapa?" Tanya suaminya.Dokter melakukan pemeriksaan pada kepala Aruna. "Benturan hebat bisa jadi faktor geger otak atau seseorang bisa mengalami amnesia. Kami menemukan trauma otak itu pada pasien." Aruna mencoba menerima kenyataan pahit itu. Namun suatu hari saat mengunjungi kantor milik Gabriel, dia menemuka sebuah CV lamaran kerja dengan pas foto berwajah mirip dirinya. "Arumi?" Bahkan saat di alun-alun Kota, dia tak sengaja bertemu pria yang memanggilnya dengan nama itu. Tak hanya itu, bahkan seorang perawat rumah sakit tempat Aruna memeriksakan diri juga menyebutnya Arumi.Lantas siapakah dia sebenarnya, Aruna atau Arumi. Apakah Gabriel adalah dalang dibalik semua ini? Ketiga dunia bersatu memecahkan kasus ini. Pada siapa kebenaran akan berpihak?

chap-preview
Pratinjau gratis
Siapakah Diriku Sebenarnya
Suatu pagi yang cerah, manakala Aruna membuka matanya. Dia sudah berada di sebuah kamar yang dihiasi dengan bunga-bunga indah. Kepalanya terasa berat. Aruna menyentuh kepalanya dan rambutnya sudah tergerai. Aruna merasa bingung, dia tak pernah tidur dengan rambut yang digerai. Yang lebih mengagetkan lagi, dia melihat ada sosok pria tidur di sampingnya. "A....!" Aruna berteriak histeris. Teriakan Aruna membuat pria itu terbangun dan ikut kaget. "Ada apa, kenapa?" Tanyanya. "Ngapain kamu di sini?" Aruna malah membentaknya. Jelas pria itu kaget. Melihat pria itu tak memakai baju, mata Aruna melotot, rupanya dia pun hanya mengenakan pakaian dalam. "Enggak...!" Kembali dia berteriak. "Apa yang udah kamu lakuin ke aku?" Aruna menarik selimut hingga menutupi lehernya. "Aku belum ngapa-ngapain, kamu udah pingsan." Jawab pria yang tampak ketakutan itu. Aruna melihat ke dinding depan tempat tidur, ada foto prewedding dirinya bersama pria itu di pantai. Mereka nampak sangat serasi dan memancarkan aura bahagia. Aruna mengingat sesuatu tentang foto itu. "Seandainya aku bisa seperti mereka..." Aruna duduk di atas pasir putih seorang diri menyaksikan proses foto prewedding itu dari kejauhan. Aruna semakin bingung. "Kok aku bisa di sini?" Gumamnya. "Sayang, kamu nggak papa kan?" Cemas pria itu. Aruna melihat ke arahnya. "Apa kalian udah nikah?" Pertanyaan Aruna membuat pria itu tercengang. "Maksud kamu kita?" Ralatnya. "Tutup mata kamu!" Perintah Aruna. "Hah?" Pria itu malah melotot. "Disuruh merem malah melotot. Aku mau pakai baju." Kesal Aruna. "Oh. Ok, Ok!" Barulah pria itu menurut. Aruna turun dari ranjang dan mengambil gaun pernikahan yang ada di lantai lalu memakainya. "Aku harus pergi dari sini." Aruna segera keluar dari kamar pengantin itu. "Sayang, udah belum?" Tanya pria tadi. "Lama banget." Akhirnya dia membuka mata. "Loh, kemana dia?" Aruna malah sudah pergi. Aruna dibuat kagum oleh rumah mewah bergaya Eropa modern itu. "Gila, ini rumah atau istana?" Dia terus mengaguminya saat menuruni anak tangga. "Selamat pagi Nyonya." Sapa seorang wanita yang berumur sekitar 50 tahunan. "Pa, pagi." Aruna agak terbata-bata. "Nyonya mau sarapan di kamar atau di ruang makan?" Tanya wanita itu. "Em... di ruang makan saja." Jawabnya. "Baik, segera saya siapkan. Bagaimana dengan Tuan?" Tanya wanita itu. "Tuan?" Aruna mengernyitkan alis. "Pasti dia." Pikir Aruna. "Samain aja." Jawaban Aruna membuat wanita itu sedikit bingung. "Baik Nyonya." Namun dia mencoba untuk mengerti. Aruna segera turun ke lantai 1 rumah mewah itu. Ada seorang asisten rumah tangga sedang membersihkan ruang tamu. "Pagi Nyonya." Sapanya pada Aruna. Aruna pun mengangguk sambil tersenyum. "Sepertinya cowok di kamar tadi tajir melintir, rumahnya besar, ada asisten rumah tangganya pula. Kalau aku keluar dari rumah ini. Rugi dong!" Pikir Aruna sambil berjalan-jalan melihat rumah tersebut. Wanita yang bekerja sebagai juru masak tadi menuju dapur. "Ada yang aneh dengan Nyonya Aruna. Dia seperti orang linglung." Dia bercerita pada rekannya. "Mungkin itu perasaan Mbok saja." Kata rekannya. "Entahlah Yu." Jawab wanita yang disapa Mbok itu. Langkah Aruna berhenti di depan sebuah kolam renang. "Wah... Pas banget ada kolam renang." Aruna nampak antusias. Dia lalu melompat ke dalam kolam renang untuk mandi. Hal itu dilihat oleh tukang kebun. "Ya Allah, Nyonya...!" Pria itu histeris. "Tolong...!" Dia berteriak meminta pertolongan. Kebetulan pria yang tak lain adalah suami Aruna sudah berpakaian dan keluar dari kamarnya. "Kenapa Gun?" Tanyanya pada tukang kebun. "Nyonya Aruna jatuh ke kolam Tuan." Jawabnya. Aruna yang sedang menyelam menampakkan dirinya ke permukaan. "Kenapa pada teriak sih?" Dia merasa heran. "Aruna kan nggak bisa berenang." Suami Aruna segera berlari menuju ke kolam renang. "What? Sejak kapan aku nggak bisa berenang?" Aruna semakin bingung. Dia segera berenang ke tepian. "Sayang, kamu nggak papa kan?" Tanya suaminya penuh perhatian. Aruna menggelengkan kepalanya. Sang suami segera menariknya ke atas lalu memeluknya dengan erat. "Eh, jangan cari kesempatan dalam kesempitan dong." Aruna malah melepaskannya. "Aruna kenapa ya?" Suaminya masih dilanda kebingungan. Akhirnya setelah berganti pakaian. Mereka bertemu lagi di meja makan. "Sayang, kamu nggak papa kan? Aku ngerasa kamu aneh." Tanya Suaminya. "Sebenernya..." Saat Aruna hendak bercerita, dia melihat Mbok berdiri di belakangnya. "Nanti aku ceritain deh." Dia pun mengurungkan niatnya. "Ku? Sejak kapan Aruna ngomong aku?" Mbok bertanya-tanya di dalam hati. Sarapan sudah selesai. Aruna dan suaminya bicara berdua di taman sambil menikmati secangkir teh dan cemilan. "Sayang, kamu tadi belum cerita." Suaminya membuka obrolan. "Aku nggak inget siapa kamu." Jawaban Aruna membuat suaminya terbatuk. "Aku suami kamu, kita baru nikah kemarin." Jelas suaminya. "Jangankan kamu, aku nggak tau siapa aku." Lanjut Aruna. "Apa?!" Kini suaminya semakin dibuat kaget. "Aku rasa ada yang salah. Aku bukan istri kamu. Karena aku nggak kenal siapa wanita di foto prewedding itu." Lanjut Aruna. Suami Aruna meraih tangan Aruna. "Tatap mata aku Aruna. Apa kamu nggak inget sama sekali?" Tanyanya. Aruna menatap mata suaminya dalam-dalam. Dia merasakan getaran di hatinya. Ada ketulusan cinta di mata suaminya. Aruna teringat saat suaminya melamarnya di atas kapal pesiar. "Will you marry me?" Di saksikan oleh penumpang lain. "Yes, i will." Kemudian Aruna menerima lamaran romantis itu. Suaminya memasangkan cincin ke jari manis Aruna lalu mereka berpelukan. Aruna melepaskan tangannya dari pria di hadapannya itu. "Aku tau kamu pasti sangat mencintai istri kamu, wanita itu. Tapi entah kenapa aku merasa dia bukan aku." Gumam Aruna. "Kalau gitu, kamu siapa?" Tanya suaminya. "Aku..." Aruna berusaha mengingat namanya. "Aruna Wijayanto." Malah sang suami yang memberikan jawaban. "Dan aku adalah Gabriel Pasmudji, suami kamu." Gabriel, sang suami segera mendekat dan memeluk erat Aruna. Gabriel mengajak Aruna ke rumah sakit. "Kita harus periksakan kondisi kamu." Gabriel begitu perhatian pada Aruna. Aruna semakin luluh oleh sikap Gabriel. Setelah melakukan rangkain pemeriksaan medis pada Aruna, Dokter menemui mereka berdua. "Benturan hebat bisa jadi faktor geger otak atau sesorang bisa mengalami amnesia. Kami menemukan trauma otak itu pada pasien." Dokter pun memberi penjelasan. "Apa, amnesia?" Aruna dan Gabriel terkejut mendengarnya. "Nggak mungkin." Aruna segera keluar dari ruangan tersebut. "Aruna!" Dia tak menghiraukan Gabriel. Saat keluar dari ruangan tersebut, tak sengaja dia menabrak seorang perawat. "Itu kan Arumi?" Sepertinya perawat itu mengenalnya. Aruna terus berlari hingga ke luar rumah sakit. Dia melihat ke sekitarnya, tak ada seorangpun yang dia kenali. Bahkan tempat itu asing baginya. Tak lama Gabriel menyusul. "Ayo kita pulang." Ajaknya. Sementara perawat tadi memperhatikan dari kejauhan, dia nampak khawatir pada kondisi Aruna.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.2K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.2K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook