Chapter 29

1309 Kata

Satu minggu berlalu semenjak hilangnya Brighita, Dylan tak mampu berkomikasi dengan baik. Perusahaan yang di pimpinnya di biarkan tanpa adanya dia sebagai sang pemimpin. Alhasil, Irhamlah yang harus berkorban waktu agar perusahaan itu tidak terbengkalai. Dylan termenung melihat selembar kertas yang tergeletak di lantai kamarnya. Kertas itu sangat keramat baginya. Sangat mengubah hidupnya. Dylan yang saat ini bersimpuh di atas dinginnya lantai kamar, meneteskan air matanya perlahan. Air mata itu terus mengalir tanpa ada suara isak tangis di bibir Dylan. "Jojo." panggil suara yang mengalun lembut di telinganya. Saras sang ibunda, memasuki kamar, lalu melangkah mendekati putranya. Hal pertama yang bisa di lihatnya dari sang putra adalah kemalangan yang saat ini menimpanya. Saras tidak bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN