Dalam dekapan hangat Dylan, Brighita tertidur lelap. Dylan memperhatikan wajah damai Brighita saat tertidur. Nafas Brighita teratur, setelah beberapa jam yang lalu nafas gadis itu memburu, membentak dan meronta. Dylan tetap sabar dan selalu di sisi gadis itu, saat kondisi Brighita sedang tidak stabil. Dan puncaknya, di dalam mobil, Brighita kelelahan dan tertidur dalam pangkuan Dylan. Tak terhitung berapa banyak kecupan yang di berikan Dylan pada setiap jengkal wajah Brighita. Pedih. Dylan dengan hati-hati menurunkan tubuh Brighita di atas kasur. Membenarkan rambut Brighita yang berantakan, menyelimuti gadis itu agar tetap hangat, lalu mencium puncak kepala Brighita lama. "Cepatlah sembuh, sayang." pinta Dylan, serak, akibat tangis yang tertahan. Keluar dari kamar. Dylan langsung tertu

