Lucyana sibuk merias wajahnya di depan cermin. Sesekali bibirnya bersenandung senang. Seperti biasa, lipstik berwarna merah itu selalu menjadi pilihannya. Karena itu semakin membuat dirinya terlihat sexy. Menyemprotkan parfum pada tubuhnya. Lucy memilih pakaian yang akan semakin menambah pesonanya. Apalagi jika bukan dress yang mampu menampakkan hampir setengah bagian pahanya, dan berpotongan rendah pada bagian d**a. Menunggu kedatangan Dylan bukanlah kegiatan yang membosankan untuknya. Pujaan hatinya. Dan Lucy akan melakukan apapun untuk membuat Dylan menjadi miliknya. Termasuk membunuh seseorangpun, Lucy akan sanggup melakukannya. Ting! Ting! Bel apartement Lucy berbunyi. Ia bergegas keluar untuk melihat tamu tercintanya itu. Bersiaplah. "Kau!" Lucy menatap tak percaya apa yang dil

