"Tapi Mas 'kan masih capek kerja seharian." Lina tak tega. "Aku atau kamu nih yang capek?" Goda Tristan. "Aku gak papa, Mas. Udah biasa." "Ya udah. Kita pulang dulu, mandi. Habis magrib kita ke mal, ok?" Tristan memiringkan kepalanya. "Tapi aku keluar sebentar mau nanya tetangga, mungkin ada yang mau jadi pembantu di rumah kita." Ia beranjak berdiri. Dirapikannya baju kaos putih yang telah terkena noda arang dan bumbu kacang. Dengan menyugar rambutnya dengan tangan, ia melangkah ke luar warung. Tristan dengan gaya anak mudanya selalu membuat Lina bangga punya suami tampan dan baik hati. Wanita itu tersenyum memandangi punggung pria itu yang semakin menjauh pergi. *** "Dion, kamu di mana?" Lina mencari-cari dan mendapati anaknya tengah bersama Tristan melihat mainan mobil-mobilan.

