Bab 16. Kenyataan

1064 Kata

"Padahal, dulu aku berharap Santika seperti ini. Awal-awalnya iya. Dia menurut, tapi belakangan kita sering bertengkar karena dia ingin aku kerja di kantor. Mana bisa aku kerja di kantor? Kakekku sudah menyuruh semua koleganya untuk mem-blacklist aku bila aku mencari kerja kantoran di kantor mereka. Jadi, mana bisa aku kerja kantoran karena tak satu pun kantor mau menerima aku jadi pegawainya. Karena itu, sisa uang yang kumiliki ku buat modal jualan sate. Keuntungannya ku buat modal lagi membuka toko perhiasan emas. Tapi ternyata kedua-duanya berjalan dengan baik sehingga aku sekarang sedang mencari bisnis lainnya untuk aku kembangkan. Aku nyaman dengan hidupku ini, tapi ternyata tidak dengan Santika." Tristan menepuk bahu istrinya pelan. "Sudah, jangan bingung. Biar aku saja yang pikirkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN