Bab 18. Meremehkan

1112 Kata

Tristan melihat untuk pertama kalinya, wanita itu merengut. Terlihat manis. Ia sampai kembali tersenyum karena berhasil membuat Lina bingung. "Sudah ... ayo cepat. Ini sudah ada yang nungguin, nih." Tristan meletakkan beberapa tusuk sate pada dua piring di hadapan. Lina segera memberi kuah kacang dan mengantarkannya pada meja pelanggan. *** Mobil pun mengantri untuk masuk sekolah Tandika. Sekolah ini terdiri dari TK, SD, SMP sampai SMA dan semua berada di lingkungan yang sama. Halamannya sangat luas, tapi tetap tidak bisa menampung seluruh kendaraan milik orang tua murid sehingga mereka hanya bisa parkir sementara. Tristan menoleh pada Lina dan Dion. Bocah itu terlihat senang karena kini diantar ke sekolah dengan mobil baru. Mobil yang bukan mobil murahan, karena ia dulu pernah naik m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN