bc

Mengejar Cinta Dosen Duda

book_age18+
179
IKUTI
1.3K
BACA
family
HE
age gap
kickass heroine
heir/heiress
drama
sweet
bxg
kicking
brilliant
campus
city
professor
like
intro-logo
Uraian

Mendapati sang kekasih berselingkuh dengan sepupunya, membuat amarah Evelyn menggelegak dan melampiaskannya dengan pergi ke klub untuk minum.Namun tak disangka terjadi sebuah insiden yang mengharuskan Evelyn mencium pria yang tidak dia kenal. Ciuman yang menimbulkan niat Evelyn untuk membalas dendam atas pengkhianatan yang dia terima.Dan tak disangka pria yang Evelyn cium adalah Damian, dosen baru di kampusnya. Pria yang dikenal dingin dan killer oleh sebagian besar mahasiswa.Niat awal Evelyn mengejar Damian yang didasari oleh keinginan balas dendam kepada sang sepupu yang selalu ingin terlihat lebih baik darinya, perlahan berubah menjadi rasa cinta.Akan tetapi, Damian yang masih mencintai mendiang sang istri tentu saja tak menggubris apa yang dilakukan oleh Evelyn.Apakah pada akhirnya kegigihan Evelyn mampu menaklukkan hati Damian ataukah dia harus menyerah?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Pertemuan Pertama
"b*****t! Dasar cowok nggak tahu diri!" Umpat seorang gadis yang bernama Evelyn Thajadi sembari menyesap perlahan Long Island Ice Tea yang tersisa setengah. Suara musik keras yang diciptakan oleh DJ, ternyata tak mampu mengusik Evelyn yang sedang tenggelam di dalam lautan amarah. Emosi yang muncul selepas mendapati sang kekasih yang berselingkuh dengan sepupunya. Bunyi notifikasi pesan pada ponselnya menarik Evelyn dari lamunannya, matanya sontak melebar saat membaca pesan pertama hari ini di WAG kampusnya. Pesan yang dikirim oleh Roby-mantan kekasihnya yang b******n. Dalam pesan itu, sang mantan mengumumkan jika telah resmi berpacaran dengan Conny yang berstatus sebagai sepupu Evelyn. Pesan yang tentu saja membuat semua penghuni grup kampus heboh dan menanyakan kebenaran kabar itu. Tidak berhenti sampai di situ, Roby malah menyebar fitnah jika Evelyn berselingkuh. Padahal pada kenyataannya, dia yang memergoki keduanya bercinta saat akan memberikan kejutan kepada pria b******k itu. "Rupanya mereka mau membusukan namaku," geram Evelyn usai membaca chat terakhir di WAG itu. Dia bahkan menggenggam erat ponselnya, menganggap benda itu Roby dan ingin meremukkannya. "Kelihatannya Nona sedang kesal. Apa Nona mau berbagi cerita dengan saya?" Evelyn menoleh dan melihat seorang pria berdiri di sampingnya. Kekesalannya semakin bertambah karena pria itu menatapnya dengan penuh birahi. Dia segera menghabiskan minumannya dan beranjak dari tempat duduk. Tak ada gunanya jika dia harus meladeni orang mabuk. Namun baru saja melangkah, Evelyn merasa cengkeraman yang kuat pada tangannya. Dia menoleh dan melihat pria pemabuk itu yang melakukannya. "Lepaskan tanganmu!" ucap Evelyn dengan berteriak. Namun pria pemabuk itu malah tertawa dan semakin mengencangkan cengkeramannya. Amarah Evelyn tentu semakin tersulut, dan dia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman pria pemabuk b******k yang ada di depannya. "Jangan jual mahal gitu, Nona. Ayo ikut denganku dan kita habiskan malam ini dengan bersenang-senang—" Evelyn menghentikan ucapan pria pemabuk itu dengan menendang alat vitalnya. Tendangan yang membuat pria itu melepaskan cengkeramannya dan meraung kesakitan. Wajah pria itu bahkan memerah. Efek yang tercipta karena campuran mabuk, marah dan kesakitan. "Arghhh! Dasar wanita jalang! Beraninya kamu menendangku. Lihat saja aku akan memberikanmu pelajaran!" Evelyn menghela napas kasar dan tak memedulikan umpatan yang keluar dari bibir pria pemabuk itu. Dia kembali melangkah untuk keluar dari klub malam ini. Namun sayang, tangannya kembali dicengkeram oleh pria yang sama. Evelyn menutup mata sembari berpikir untuk keluar dari masalah yang menyebalkan ini. "Lepaskan tanganmu darinya." Belum sempat Evelyn menyadari situasi, dia merasa jika tubuhnya tertarik ke belakang. Gadis itu membuka mata, dan melihat punggung tegap seorang pria yang ada di depannya. Aroma maskulin yang menguar dari sang pria membuat Evelyn mabuk kepayang. Tak lama degup jantungnya berpacu kencang. "Siapa kamu? Beraninya kamu mengganggu kesenanganku?!" bentak pria pemabuk dengan amarah yang memuncak. Teriakan pria pemabuk menyadarkan Evelyn, dia lalu melirik sekilas ke arah kedua pria yang ada di depannya. Tak lama Evelyn merasa lega, karena pria yang memunggunginya itu terlihat tak memiliki niat buruk. Otaknya dengan cepat berpikir jika ini kesempatan untuk keluar dari situasi yang menyebalkan ini. Evelyn mendekatkan bibirnya pada telinga pria asing itu. "Tolong bantu saya." Dan tanpa menunggu jawaban dari pria asing itu, Evelyn segera merangkul bahunya. "Sayang. Kamu dari mana aja, sih? Lihat aku malah diganggu sama dia." Meskipun awalnya terkejut, sang pria mengikuti sandiwara Evelyn. "Maafkan aku, Sayang. Perutku tadi sakit sekali. Ayo kita pulang sekarang, sebelum malam semakin larut." "Aku tidak percaya kalau dia adalah kekasihmu, Nona. Kalian terlalu canggung untuk pasangan yang saling mencintai," ucap pria pemabuk itu yang membuat Evelyn mengeram kesal. Dia melirik pria penyelamatnya sekilas, lalu maju selangkah hingga berhadapan dengan pria pemabuk itu. "Bukti? Baiklah kalau Anda mau bukti." Tanpa ragu Evelyn langsung mencium pria asing itu. Ciuman yang awalnya biasa saja perlahan berubah menjadi lumatan panas penuh gairah. 'Sial! Kenapa bibir pria ini terasa enak, sih? Beda sama bibirnya Roby,' gerutu Evelyn di dalam hati. Bahkan Evelyn sendiri hampir terbakar gairah jika tidak menyadari di mana dia berada sekarang. Dengan rasa tak rela, dia segera melepaskan ciumannya dan menatap tajam pria pemabuk itu. "Sudah puas?" Pria pemabuk itu menggeram kesal, lalu meninggalkan keduanya sambil melontarkan makian. Helaan napas lega otomatis keluar dari bibir Evelyn, dia lalu menoleh ke arah pria asing itu dan memasang senyum lebar. "Terima kasih atas bantuannya." "Cuma itu saja?" tanya pria asing itu dengan nada datar yang membuat Evelyn tersentak. "Maafkan saya yang sudah bersikap lancang kepada Anda," jawab Evelyn sembari menunduk. Pria itu terkekeh rendah, suara baritonnya terasa bergetar di telinga Evelyn. Tawa yang membuat bulu kuduk gadis itu meremang. "Tadi kamu memanggilku 'Sayang' dan menciumku di depan umum, tapi sekarang kamu menunduk seperti kelinci ketakutan. Sungguh lucu sekali." Pria itu mencondongkan tubuhnya. Evelyn menelan saliva dengan susah payah saat cahaya lampu klub malam menyinari wajah pria itu. Wajah yang menampakkan garis rahang tegas, dan sorot mata yang tajam. Namun sebuah pemikiran gila tiba-tiba terlintas di dalam benak Evelyn. Pria ini lebih tampan dari Roby, dan dia dapat memanfaatkannya untuk membalas dendam kepada kedua orang tak tahu malu itu. "Sekali lagi maafkan kelancangan saya," ucap Evelyn dengan nada memohon. "Jadi Nona ... apa yang akan kamu lakukan atas kelancanganmu tadi?" tanya sang pria dengan nada tajam. "Saya—" "Damian. Ternyata kamu di sini, aku mencarimu dari tadi. Ayo kita pergi sekarang." Sebuah suara memotong ucapan Evelyn, disusul oleh seorang pria yang mendorong punggung pria asing yang bernama Darren. "Damian?" gumam Evelyn melafalkan nama sang pria, seakan-akan nama itu adalah mantra yang menentramkan jiwanya. Namun tak lama kemudian, Evelyn hanya dapat tersenyum getir saat melihat punggung Damian yang menjauh. Rencananya untuk balas dendam menggunakan pria itu harus pupus begitu saja. "Lebih baik aku pulang sekarang daripada harus berurusan lagi dengan orang mabuk." Monolog Evelyn sembari melangkah ke pintu keluar. Entah bagaimana hari yang akan dia jalani besok di kampus, yang jelas Evelyn harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Roby dan Conny. *** Suara alarm membangunkan Evelyn, efek terlalu banyak meminum alkohol membuat kepalanya berdenyut, ditambah dengan rasa mual yang menghantam d**a. "Kalau aja hari ini nggak ada presentasi penting, aku lebih milih alpa aja," keluh Evelyn dengan posisi masih berbaring di tempat tidur. Rasa mual yang kian melanda memaksa Evelyn bangkit dari tempat tidur, setengah berlari gadis itu menuju kamar mandi. Dadanya terasa lega setelah semua isi perutnya keluar. "Evelyn ... ayo semangat jangan mau kalah sama dua orang nggak tahu diri itu," gumam Evelyn sembari menepuk-nepuk pipinya di depan cermin. Karena terburu waktu, membuat Evelyn mandi secepat mungkin. Setelah mengeringkan tubuh, dia mengenakan kaus oversize berwarna lilac dan celana jeans yang membungkus tubuh proporsionalnya dengan sempurna. Bunyi alarm dari jam digital di meja rias membuat Evelyn menyelesaikan riasannya. Dengan langkah terburu-buru, Evelyn melajukan mobil kesayangannya yang berwarna putih menuju Universitas Garuda. Tempat di mana dia berkuliah selama dua tahun terakhir. Perjalanan menuju kampus memakan waktu 30 menit. Evelyn mengembuskan napas panjang sebelum keluar dari mobil dan berjalan menyusuri koridor kampus dengan dagu terangkat. Bisik-bisik mulai terdengar begitu Evelyn melewati kerumunan mahasiswa. Tatapan sinis pun tertuju padanya, membuat kekesalannya memuncak. Namun Evelyn sadar jika tidak boleh meledak, atau kedua orang yang sedang memamerkan kemesraan di depannya akan gembira. Karena itu dia segera berjalan menuju kelas yang hampir dimulai. Begitu duduk Evelyn segera mengambil laptop dari tas ranselnya, lalu mempersiapkan bahan untuk presentasi. "Ehh. Katanya kelas ini akan diajar oleh dosen baru." Telinga Evelyn tak sengaja mendengar percakapan kedua gadis yang ada di depannya. Tak lama hembusan napas kasar keluar dari bibirnya. 'Semoga dosen baru ini nggak rese pas aku presentasi,' gumam Evelyn di dalam hatinya. Tak mau berpikir yang macam-macam membuat Evelyn kembali fokus ke materi presentasinya. Dia bahkan tak menyadari jika dosen pengampu sudah memasuki kelas. "Evelyn! Dosennya sudah datang," bisik teman sebelah Evelyn sembari menyikut lengannya dengan keras. Evelyn tersentak. Dia segera menutup jendela dokumen di laptopnya dan mendongak. Namun, sedetik kemudian, matanya melebar saat melihat siapa yang berdiri di depan kelas.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pawang Cinta CEO Playboy

read
1K
bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.5K
bc

Revenge

read
36.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.7K
bc

Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil

read
1K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
7.5K
bc

Dendam Dan Cinta Sang Putri Sah

read
1.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook