51. Tidak Tenang

1826 Kata

    Langkah kaki itu terasa begitu mencekam. Di lorong sepi, di balik keramaian penonton laga pertandingan. Wanita itu terus melangkah lebih cepat dan entah mengapa firasatnya mengatakan ada yang tidak beres di sana. Entah apa itu.      Di belakangnya terdengar beberapa langkah kaki yang terlihat mengikutinya. Kemanapun ia berjalan, Langkah kaki itu ada di sana dan saat ia mempercepat langkahnya pun, Langkah kaki di belakangnya berjalan lebih cepat sepertinya. Jantung Anya memompa lebih cepat dan ia tidak tenang. Sejak tadi ia ke toilet, ia merasa dikuntit beberapa orang. Apakah itu para fans fanatik Je? Ataukah para tukang intip di toilet wanita? Atau siapa? Anya tidak berani menoleh ke belakang.      Ia mempercepat langkahnya menuju ke tribun. Ia sungguh tidak tenang kali ini. Menginga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN