Demi Kayla

1250 Kata
     Axel yang mengetahui kedatangan Julia mempercepat rapatnya. Saat selesai dia segera menuju ruangannya dan membuka pintu perlahan agar tidak mengagetkan wanita yang berada di dalam sana. Tetapi saat pintu dibuka, Axel mendapati Julia yang tertidur pulas di atas sofa panjang yang berada di sisi kiri ruangannya.     Axel tersenyum melihat wanitanya bisa sangat nyaman berada di ruangannya. Bahkan dia menyebut Julia wanitanya sekarang     Terdengar ketukan samar di balik pintu ruangan Axel. "Masuk." seru Axel.     "Maaf Pak, ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani karena harus saya kirim segera. Karena sudah masuk jam makan siang, saya bertanya dulu sebelum membawanya kemari pak." ucap Ari.     "Bawa kemari."     "Baik Pak."     Axel melihat Ari sedikit tidak enak karena melihat Julia yang tertidur di atas sofa, apalagi Julia mengenakan dress panjang tetapi ada belahan selutut disisi kirinya dan mengekspos sedikit kaki jenjangnya.     Axel mendekati Julia dan membopongnya dengan sangat hati-hati agar tidak sampai membangunkannya, dia membawanya ke ruang istirahat yang berada di sisi kanan ruangan kantornya, dan masih terhubung dengan ruangannya tentunya. Didorongnya pintu itu dengan kaki kanannya dan merebahkan Julia di atas kasur empuk yang berada di sana. Ruangan itu sangat terawat meskipun jarang digunakan Axel, karena meskipun lembur dia tetap memilih pulang dari pada tidur di kantor. Berbeda dengan Slamet, romonya itu pasti akan memilih menginap di kantor dari pada harus pulang karena jarak yang meskipun tidak terlalu jauh akan sangat membuang banyak waktu baginya. Jadilah ruang istirahat ini sangat nyaman bila digunakan untuk bermalam atau hanya sekedar melepas lelah.     Setelah menandatangani semua berkas kantor di sini lah Axel sekarang. Duduk menghadap kaca besar yang memperlihatkan pemandangan gedung-gedung menjulang di pusat kota Jakarta. Ruangan yang dulu membuang terlalu banyak lahan dan berbentuk seperti hotel bintang lima dengan segala fasilitasnya, sangat mewah bila disebut ruang istirahat kantor. Ternyata sangat bermanfaat kali ini.     Axel melewatkan makan siangnya hanya untuk menunggui Julia tidur siang. Meski pun duduknya menghadap langsung ke kaca sebenarnya tempat itu juga cukup jelas bisa melihat seseorang yang tidur di atas kasur empuk itu. Axel memegang sebuah tab untuk membaca berita harian dari internet, meskipun ternyata pikirannya tidak pernah teralihkan dari sosok Julia.     Axel menunggui Julia dengan sangat sabar, sampai sebuah gerakan halus yang berasal dari tubuh Julia membuatnya sadar bahwa dia sudah terlalu lama memperhatikan wanitanya itu.     Axel berpura-pura sibuk dengan tabnya saat Julia mengeliat dan mengerjapkan mata dengan bulu mata cukup lentik itu. Dilihatnya wajah kebingungan Julia dan itu cukup menggelitik hati Axel, tetapi dia menahan senyumannya.     Julia mulai bangun dan duduk di tepi ranjang setelah mendapati Axel yang masih sibuk dengan tabnya itu. "Maaf aku ketiduran." bukanya.     "Kamu sudah bangun?" tanya Axel pura-pura cuek.     "Aku kesini ingin mengatakan sesuatu, ini tentang--"     "Aku tunggu di luar." potong Axel. "Rapikan dulu pakaianmu. Di sana ada kamar mandi dan beberapa baju ibuku. Kuharap ada yang bisa kamu pakai." ucap Axel tanpa menatap Julia dan segera meninggalkan Julia sendirian di ruang itu.     Julia yang melihat Axel sudah keluar dari ruangan itu, merutuki dirinya sendiri kenapa bisa ketiduran, dan baju yang dikenakannya meskipun cukup sopan bisa saja tersingkap tadi sewaktu dia tertidur, makanya Axel menyuruhnya merapikan baju. Julia benar-benar kecewa dengan kebodohannya sendiri. Julia berjalan ke ruangan yang ditunjuk Axel tadi, mandi adalah pilihan yang tepat setelah bangun tidur, meskipun Julia tahu bahwa ini tidak benar, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain saat ini.     Setelah menyelesaikan ritual berbenahnya Julia segera keluar dan menemui Axel di ruangannya. Dilihatnya Axel yang masih sibuk dengan pekerjaannya di depan laptop. "Aku ingin bicara." ucap Julia setelah sampai di dekat meja kerja Axel.     Axel mendongak dan menatap Julia, "Aku mau makan, melewatkan makan siang tidak baik untukku. Tadi aku harus menunggui seseorang yang sedang tidur. Kalau kamu mau ikut boleh saja, tapi kalau mau tinggal juga tidak apa-apa." Jawab Axel dan segera keluar dari ruangan kantornya.     Julia mengepalkan tangannya karena harus sedikit bersabar menghadapi Axel, dia membuang nafas dengan kasar sampai terdengar ke telinga Axel. Dia sangat kesal karena merasa Axel sebenarnya sedang mempermainkannya. Julia tidaklah bodoh sampai tidak bisa membaca sikap Axel kali ini. Andai saja bukan karena Kayla, sungguh Julia tidak sudi bertemu dengan lelaki gila seperti Axel.     Axel yang mendengar hembusan nafas kasar itu malah tersenyum simpul, dia merasa menang bisa membuat Julia mau tak mau mengikuti permainannya.     *     Selesai menyantap makan siang yang sedikit terlambat, Axel segera bangkit dari duduknya dan langsung masuk ke mobil. Julia pun masih tetap mengikuti ke mana Axel pergi, karena dia merasa harus menjaga sikapnya untuk mendapatkan tujuannya kali ini.     "Axel, ini bukan arah ke kantormu?" tanya Julia yang menyadari jalan yang dilalui tidak menuju ke tempat yang seharusnya.     "Aku harus meeting di daerah Kelapa Gading, dan tidak bisa aku tunda." jawab Axel cuek.     "Lalu aku? Aku kesini karena ada sesuatu yang harus kita bicarakan." Julia merasa Axel benar-benar mengujinya kali ini.     "Tidak lama kalau kamu mau sedikit bersabar." jawab Axel masih dengan memfokuskan pandangannya ke depan.     "Bukan cuma kamu Axel, pekerjaanku juga menunggu, aku juga sibuk." Julia menatap nyalang Axel yang masih tetap dengan posisinya mengemudi dengan santai namun tetap fokus.     "Kamu bisa pulang melanjutkan pekerjaanmu, apa kamu turun di sini?" tanya Axel sambil memelankan laju mobilnya.     "Ahh.....tuhan berilah aku kesabaran." teriak Julia sambil menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi dan menatap keluar.     Axel menoleh kesisi lainnya sambil tersenyum menang, sungguh hatinya sangat terhibur kali ini.     ~     "Ikutlah masuk, akan sangat membosankan menungguku di sini sendirian." ajak Axel sambil keluar dari mobilnya. Julia mengikuti Axel seperti asisten pribadinya sekarang.     Masuk ke dalam ruangan meeting, ternyata di sana sudah ada lelaki yang tadi mengantarkannya ke ruangan Axel, lelaki itu menunduk dan mempersilahkan Julia dan Axel untuk duduk di seberang meja di sisi yang kosong, karena sisi satunya sudah diisi oleh tiga orang laki-laki yang tersenyum ramah kepada Axel.     Mau tak mau Julia mengikuti meeting Axel yang dirasanya sedikit membosankan, meskipun Julia juga terjun ke bidang bisnis, tetapi bidang yang digelutinya sangat berbeda dengan dunia Axel. Julia juga tidak tertarik untuk mengetahui secara mendetail apa yang sedang dirapatkan saat ini. Dia lebih memilih memainkan ponselnya di bawah meja, karena akan sangat tidak sopan jika perbuatannya diketahui oleh anggota yang mengikuti rapat kali ini.     "Trimakasih Pak Axel atas kerja samanya, kami akan mengirimkan salinan hasil rapat kali ini sesegera mungkin." sebuah kalimat yang ditunggu dari tadi dan bisa membangkitkan semangat Julia lagi.     Kini tinggal Axel dan Julia di ruangan itu, bahkan lelaki yang baru saja diketahui Julia bernama Ari itu pun juga sudah keluar. "Ayolah Axel, aku tidak punya banyak waktu." rengek Julia.     "Kita bicara di kantorku saja." jawab Axel sambil berjalan keluar ruangan.     "Oh, ayolah Axel." sungguh sangat frustrasi Julia kali ini.     Axel berbalik menatap Julia dan melihat ke dalam matanya. "Di ruanganku, aku janji akan mendengarkanmu setelah ini."     Julia pun mengangguk dan mengikuti Axel kembali.     *     "Okey, aku kesini karena Kayla." ucap Julia setelah tiba di ruang kerja Axel. "Dia mogok makan beberapa hari ini dan mau bertemu denganmu, itu kalau kamu tidak sibuk. Kulihat pekerjaanmu sangat banyak sekali." imbuhnya.     "Aku punya banyak waktu, tinggal sedikit lagi dan aku akan menemuinya." ada kelegaan yang merasuki hati Axel, karena sepertinya mendekati Kayla bisa membantunya mencapai tujuannya, yaitu Julia.     "Aku akan pulang, karena kesibukanmu aku menyuruh sopir tadi yang menjemput Kayla." ucap Julia dan bangkit dari duduknya.     "Kamu akan pulang bersamaku kalau kamu ingin aku menemui Kayla."     "Aku lelah Axel, biarkan aku istirahat."     "Baiklah kita pulang sekarang." Axel pun ikut bangkit dan menggandeng tangan Julia, tapi Julia berusaha melepaskan genggaman tangan Axel. "Ku harap kamu bisa menurunkan sedikit egomu itu." ucapan Axel berhasil menyentil hati Julia, dia pun pasrah atas apa yang dilakukan Axel kali ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN