Pukul empat dini hari, bertepatan dengan azan Subuh, Arka baru sampai di rumahnya. Dia melangkah lesu karena merasa kecapaian. Dan alih-alih naik tangga ke lantai dua, Arka memilih masuk ke ruang kerjanya. Merasa tak punya nyali untuk menemui sang istri. Arka memang sudah bilang pada Nilam bahwa dirinya akan pergi ke rumah Danu dan mungkin akan menginap. Jadi istrinya itu tak usah menunggui pintu, seperti beberapa kali yang terjadi saat Arka keluar malam. Istrinya itu pasti setia berada di dekat pintu, membukakannya, tak membiarkan Arka membuka pintu sendiri, padahal Arka sudah membawa kunci cadangan. Arka juga sudah bilang pada istrinya bahwa malam tadi dia boleh mengenakan piama panjangnya, sebab tak akan ada Arka yang memeluk menghangatkan. Setelah mengucapkan itu, barulah perhatia

