42. Ikhlas

1087 Kata

“Lo mau ke mana?” tanya Danu sewaktu melihat Arka tiba-tiba berjalan ke arah pintu lumbung. Langkahnya pelan seakan sudah kehabisan energi. “Pulang,” jawab Arka singkat. Bahkan tanpa menoleh pada Danu. “Hah?” Danu menatap tak mengerti. Pulang? Begitu saja? Padahal dirinya kira Arka akan melakukan sesuatu pada Acung, sesuatu seperti menelepon polisi dan melaporkan pria kurus cungkring itu, atau sesuatu seperti melanjutkan amarahnya dengan memukul muka Acung lagi. Tapi temannya itu malah mau pulang! “Woi, terus Acung ini mau digimanain?” Danu bertanya sebab bingung apakah Acung harus terus mereka tahan, dijadikan sandra, atau bagaimana? Apakah mereka akan meninggalkan Acung terikat di kursi begitu saja? membiarkannya mati membusuk? Danu yakin Arka tak sekejam itu. “Lo lepasin aja talinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN