Arka tak pernah merasa semarah ini. Berani-beraninya pria yang sudah menipunya, mencuri uangnya, membuatnya terlibat dengan para debt collector, dan bahkan membuatnya menyusun rencana jahat pada seorang perempuan sebaik Nilam, dan pria itu bisa berjalan bebas ke mana-mana tanpa rasa bersalah. Setelah Acung berjalan cukup jauh dari rumah Pak Candra, Arka membuka pintu mobilnya, berjalan dengan langkah pelan namun tegas, menghampiri Acung seperti predator menghampiri mangsanya. Entah karena langit masih gelap, atau pikiran Acung masih tersangkut di peraduan mantannya, pria kurus itu tak kunjung sadar bahwa dari arah berlawanan ada sosok yang berjalan menghampirinya. Baru setelah Acung membentur sosok itu, dirinya tersadar. Mata Acung seketika melebar saat sadar siapa yang berdiri di depan

