“Lo mesti ngasi seserahan banyak sama gue,” ucap Danu langsung saat melihat batang hidung sahabatnya. “Lo berhasil?” wajah Arka seketika bertambah cerah. “Berhasil, dong. Siapa dulu. Gue emang nggak bisa dikasi tugas, pasti dijabanin sampe tuntas semuanya.” “Emang gimana ceritanya?” Arka berusaha tak memedulikan betapa sombong sahabatnya itu. Perasaannya dipenuhi rasa penasaran, separuh lagi dipenuhi oleh rasa tak menyangka bahwa ternyata akan semudah ini jalannya. Danu pun menceritakan semuanya secara lengkap, kecuali bagian bahwa dia tidur dengan Ratna. Pria itu merasa malu karena sebelumnya sudah menyangkal pada Arka bahwa dirinya tak akan tertarik dengan perempuan seperti Ratna. Perempuan yang Danu kira hanya seksi badannya, tapi kosong hatinya. Siapa sangka ternyata hati perempuan

