39. Dirayu Ratna

1316 Kata

“Mas!” pekik Ratna saat membuka pintu dan menemukan sosok pria yang kemarin malam membayang-bayangi mimpinya. Danu mengulas senyum tipis, senyum terpaksa. “Kok main ke sini nggak bilang-bilang dulu? Kalau bilang dulu kan saya bisa ….” Ucapannya menggantung, menyiratkan hal nakal, menilik dari senyum perempuan itu. Danu berusaha tak merutuk dalam hati. Dia sudah bertekad akan memasukkan kepalanya ke mulut singa, singa betina, betina binal. “Saya cuma kepikiran sama cerita Mbak semalam, takutnya Mbak masih takut kalau sendirian, jadi saya ke sini mau nemani.” Ratna tak langsung menanggapi. Perempuan itu tampak memicing mencoba menilai ucapan Danu barusan. Apakah pria ini bercanda, apakah pria ini memang mau bermain-main dengan dirinya, atau pria ini amat polos dan hanya memaksudkan kat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN