Setelah selesai menyuapi putranya, Nilam bersiap-siap untuk mengantar Zidan ke PAUD. Meski Nilam merasa masih bisa mengajari hal-hal dasar—seperti yang diajarkan di PAUD—sendiri di rumah, namun Nilam tetap memilih menyekolahkan Zidan supaya putranya itu bisa bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Karena letak rumah mereka yang terpencil, jauh dari tetangga, membuat Zidan juga tidak punya banyak teman dalam kesehariannya. Hanya sesekali ketika Nilam berkunjung ke rumah Nida—atau sebaliknya—maka Zidan akan bertemu dengan Rafael, dan kedua bocah itu pun akan asyik dalam dunia mereka sendiri, dalam dunia imaji dan bebas tanpa beban khas anak-anak. Sesampainya di halaman PAUD, Nilam memarkirkan mobilnya, kemudian turun. Segera melangkah ke pintu penumpang, kemudian membukakannya. Memba

