Ada banyak yang ingin Nilam tanyakan: seperti tentang bagaimana Arka bisa ada di sini? Kenapa dia menahan tangan Nilam? Apakah Arka juga mendengar semua yang dikatakan ibu-ibu itu? Namun sang pria hanya memberi gelengan singkat. Dan sebelum Nilam sempat memberontak, bel tanda usainya jam pelajaran berbunyi. Ibu-ibu yang asyik bergosip tentang Nilam itu pun menghentikan aktivitas mereka, kemudian bangkit menyambut anak mereka masing-masing di ambang pintu. Tak menyadari bahwa sang objek yang dibicarakan sejak tadi hampir melabrak. Arka melepas tangan Nilam. “Aku ingin bicara denganmu. Aku akan menunggu di parkiran,” cetus laki-laki itu. Nilam mengangguk, tapi kemudian buru-buru menggeleng. “Jangan di sini, Kak. Kalau ibu-ibu itu lihat, mereka akan semakin heboh mengkritikku. Lebih baik

