Saat terdengar suara mobil memasuki lahan parkiran, Arka dan Nilam sudah siap menunggu di ruang tamu. Keduanya saling berpandangan saat tahu pasti siapa yang datang. Arka mengambil inisiatif membukakan pintu saat bel berbunyi. Bi Imah ada di lantai dua, disuruh menemani Zidan di sana. “Wah, senang bertemu denganmu lagi … ah, siapa sudah namamu? Aku memang gampang lupa. Tolong dimaafkan. Tapi ya pokoknya aku tidak lupa, kamu suami baru Nilam. Halo, adik ipar baru.” Rudi berbicara amat santai seakan tak ada yang pernah terjadi di antara mereka. Seakan Arka tidak memergoki sendiri kelakuan b***t Rudi, bahkan jauh sebelum Arka jadi suami Nilam. Ternyata selain b***t, sosok pria tambun di depannya ini juga tidak tahu malu, simpul Arka. Mendapati tak ada respons, baik dari Arka ataupun Nilam

