PART 6•PERASAAN ALE•

1032 Kata
-HAPPY READING- Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Raina dan Ale sudah mulai dekat bahkan banyak yang mengira jika Raina dan Ale memiliki hubungan khusus. "Pagi Na,"sapa Ale di depan rumah Raina. Bila ada yang bertanya untuk apa Ale kerumah Raina pagi-pagi gini? jawabannya adalah menjemput Raina. Pernah saat itu Raina berangkat bareng Gara,Ale yang mengetahui itu jadi panas akhirnya ia memutuskan akan mengantar jemput Raina sekolah. "Pagi Le,"jawab Raina dengan senyum manisnya. Pagi pagi udah di kasih yang manis manis bisa diabetes gue batin Ale. "Udah siap?"tanya Ale. "Udah dong. Yuk berangkat,"ucap Raina lalu menaiki motor Ale. "Pegangan biar gue gak kedinginan,"ucap Ale menyuruh Raina memeluknya dari belakang. Karena Raina yang polos,ia hanya mengikuti saja ucapan Ale. "Na,gue tanya boleh?"ucap Ale sambil menjalankan motornya dengan kecepatan pelan. "Boleh. Apa?"tanya Raina sedikit memajukan muka nya agar ia bisa mendengar pertanyaan Ale. "Lo pernah pacaran?"tanya Ale kikuk. "Hmm pacaran ya...belum sih,"ucap Raina. "Kenapa?lopemilih ya?"tanya Ale lagi. "Iya dong,kalau gue gak pemilih,gue udah pacaran dong sama om om,"ucap Raina sinis. "Kok gitu?"tanya Ale mencoba menggali info dari Raina. "Pernah gue itu di tembak om om,bukan om om sih bisa di bilang sugar daddy tapi gue tolak lagian bukan tipe gue banget,"ucap Raina. "Bhahaha sugar daddy,lo jadi sugar baby dong,"ucap Ale membuatnya mendapat geplakan dari Raina. "Oke oke sorry,emang tipe lo kayak gimana?"tanya Ale. "Seganteng bias-bias gue di korea,"ucap Raina tertawa. "Serius Na!"ucap Ale. "Iya iya,gue gak ada tipe sih gue lebih suka cowok yang jadi diri sendiri tapi tetap ke hal positif ya,dan satu lagi gak merokok dan minum alkohol,"ucap Raina. "Gue banget tuh Na,"ucap Ale. "Maksutnya apa Le?"tanya Raina tak paham. "Tingkat ke pekaan lo udah di ambang batas ya Na sampai lo gak paham sama perasaan gue,"ucap Ale. "Gimana gimana gue ngelag,"ucap Raina. "Ntar aja balik sekolah ikut gue,sekarang turun kita udah sampai,"ucap Ale. Dan benar saja,mereka sudah sampai di parkiran sekolah mereka. "Eh,"kaget Raina karena Ale tiba tiba merangkul pinggangnya posessive. "Lepas Le,gak baik buat kesehatan jantung dan usus gue,"ucap Raina polos. "Emang ada apa sama jantung dan usus lo?"tanya Ale menatap manik mata Raina. "Jantung gue kayak jalan di tempat terus usus gue kayak diskoan"ucap Raina polos. Bhahahhahaha Ale tertawa kencang mendengar ucapan polos dari Raina,untung sekolah belum Ramai jadi saat iya tertawa tak ada yang tau. "Kenapa ketawa gue gak lagi bercanda,"ucap Raina. "Gak kok gak papa,"ucap Ale mencoba meredakan tawanya. Di ujung kolidor ada satu cewek yang melihat interaksi Ale dan Raina,cewek itu mendengus tidak suka. "Awas lo,gue akan rebut Ale dari lo"ucap cewek itu *Kelas* "EPRIBADEH RAINA YANG CANTIK-"belum selesai ucapan raina,sudah di sembur oleh teman teman yang ada di kelasnya. "BERISIK!"bentak mereka tak sengaja membuat Raina terlonjat kaget, "Astaga gue ke k*******n,"ucap mereka merasa bersalah. "Na sorry kita gak sengaja,suer kewer kewer,"ucap gita. Raina masih diam menatap mereka datar tapi tak lama dari itu warna bola mata Raina berubah jadi hijau menyala. "Na-Raina b-ola mata lo kok be-rubah?"ucap cika terkejut. "Dia paling gak suka di bentak sama orang yang dia sayang paham lo semua,"ucap Raina dengan suara dingin membuat mereka terkejut karena perubuahan aura Raina. "Na lo kenapa?"tanya ona. "Gue bukan Raina,gue alter ego dari Raina,Kesya"ucap kesya. "Alter ego?"beo mereka. Lalu kesya menatap Rehan dan Revan dengan senyum smriknya. "Sayang banget ya,keluarga kandung Raina pun juga tak tau masalah ini,apa lagi kalian,"ucap kesya pedas. "Sorry Na maksut gue key,kita gak bermaksut bentak Raina tadi,"ucap ona. "Gue cuma mau bilang,jaga Raina jangan sampai kalian membuat Raina murka atau kecewa,perlu kalian tau sampai itu terjadi klimaknya adalah keluarga kalian semua akan hancur karena banyak rahasia yang belom kalian ketahui dari Raina,"ucap kesya. Tiba tiba Raina oleng dan dengan sigap Ale menompangnya.Raina sadar dan bola matanya sudah seperti biasa lagi. "Kenapa?"tanya Raina polos. "Hah-enggak gak papa,"ucap mereka. "Na sorry,tadi kita gak sengaja,"ucap Gara . "Emang tadi kenapa?"tanya Raina seperti orang bingung. "Lo gak ingat yang terjadi barusan?"tanya gita hati hati dan mendapatkan gelengan dari Raina. "Biarin Raina duduk,jangan di tanyain mulu,"ucap Ale yang diangguki mereka. Tadi kak kesya keluar gak ya,gue takut satu persatu rahasia gue kebongkar dan mereka jauhin gue karena tau latar belakang gue batin Raina takut. "Lo gak papa kan Na?"tanya Rehan. "Ha,gak papa bang"ucap Raina. "Bang?"beo mereka termasuk Rehan yang terkejut. Mulut oh mulut kenapa b**o sih batin Raina. "Gak papa dong,pengen aja panggil Rehan dengan sebutan bang,"ucap Raina dengan muka polosnya. Mereka hanya mengangguk percaya tapi tidak dengan si duo kembar R,mereka seperti menemukan adiknya kembali. Mungkin cuma perasaan gue aja batin 2R. *Rumah sakit* "Gimana dok,saya kenapa ya?"tanya wanita paruh baya. "Maaf bu,ibu yang sabar ya saya harus mengatakan ini,ibu mengidap kanker darah atau leukimia stadium dua,saya sarankan ibu mulai cuci darah sebulan dua kali untuk keberlangsungan hidup ibu,"ucap dokter itu. "Leukimia dok?"ucap wanita paruh baya itu lirih. "Iya bu,jadi saya sarankan ibu mulai menjalani kemo terapi agar kanker itu tidak menggerogoti tubuh ibu,kalau emang ada mukjizat ibu bisa sembuh,"ucap dokter itu. "Yaudah dok saya permisi,"ucap wanita paruh baya itu keluar dari ruangan dan mulai menangis. "Apa ini tuhan? apa ini ujian buat saya kalau iya kenapa seberat ini? Dan bagaimana dengan Raina jika aku meninggalkannya?"ucap wanita paruh baya itu,Melisa. Lalu melisa pulang ke rumah dan menyimpan hasil diaknosa penyakitnya agar Raina tak melihatnya. "Semoga orang tua kandungmu cepat menemukan mu sebelum bunda meninggalkan kamu sayang,"ucap melisa menangis sambil mengelus fotonya yang bersama Raina. "Bunda kenapa?"tanya sang anak siapa lagi jika bukan Raina. Raina pov Gue sedang perjalanan pulang di anter Ale,saat gue sampai di rumah gue lihat sepatu yang selalu di pakai bunda ngajar sudah ada di rumah berarti bunda sudah pulang. Gue cari bunda ke dapur gak ada lalu gue menuju kamarnya,saat gue buka pintu kamarnya gue lihat bunda sedang menangis sambil melihat foto. "Bunda kenapa?"tanya gue khawatir Raina pov end "Kamu udah pulang nak,mandi gih biar bunda bikinin makan,"ucap Melisa. "Jangan mengalihkan topik bun!"ucap Raina. "Enggak kok,bunda cuma terharu kamu dah sebesar ini sekarang.Bunda cuma berharap bisa melihat kamu terus sampai kamu bahagia,"ucap bunda. "Bunda ngomong apa sih? bunda akan selalu di dekat Raina. Raina gak akan biarin bunda kemana mana,"ucap Raina. "Uluh uluh sini peluk bunda,"ucap Melisa. Maafin bunda sayang batin Melisa menangis dalam diam. "Jangan bicara gitu lagi ya bun"ucap Raina. "Iya"jawab Melisa yang masih memeluk anaknya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN