Happy reading
Raina kembali berkumpul dengan teman temannya dan jangan lupakan mukanya yang di tekuk. Rasanya mood dia sekarang turun hanya karena bundanya itu pergi tiga hari tanpa mengajak dirinya.
"Kenapa cil?"tanya Ona yang melihat perubahan raut muka Raina.
"Gak papa,"ucapnya lesu tanpa menatap mereka yang sedang bingung melihat sikap Raina berubah tiba tiba.
"Kenapa?"tanya Ale lembut.
"Bunda,"lirih Raina sambil menatap Ale berkaca kaca.
"Bunda kenapa? jangan nangis dong gak malu hm?"ucap Ale mengelus rambut Raina.
Raina hanya diam tak mau melanjutkan lalu menatap mereka semua yang sedang menatapnya juga.
"Gak papa kok,"ucap Raina tersenyum paksa.
Mommy yang melihat Raina ingin menangis pun merasakan nyeri di hatinya. Walau bagaimanapun Raina adalah anak kandungnya,namun kebenaran ini belum bisa di ucapkannya.
"Kenapa? bilang sama mommy,"ucap mom halus.
Raina yang sudah tidak bisa menahan air matanya pun,keluar begitu saja.
"Hiks..bunda pergi selama hiks tiga hari dan itu gak ngajak Raina mom hiks.Raina kan gak suka sendirian di rumah,"ucap Raina yang mulai menangis namun mereka yang melihat malas terkekeh gemas batin mereka seperti melihat anak tk sedang mengadu kepada orang tuanya saja.
"Jadi itu..udah ya jangan nangis. Raina nginep di sini dulu gimana sampek bunda kamu pulang?"ucap mommy mengusap air mata Raina pelan.
"Gak usah hiks nanti ngerepotin mommy. Raina kan makannya banyak,"ucap Raina yang mulai berhenti menangis.
"Makan banyak tapi masih tetep boncel,tu makanan jadi apa sih"gumam revan namun masih di dengar yang lain lalu mereka pun terkekeh?
"Gak usah ngatain ya,gue lepas tu kepala dari tempatnya,mau?"ucap Raina garang tapi tetap terlihat gemas di mata mereka?
"Revan!!"tegur daddynya.
"Bercanda dad,habisnya Revan gemes sama ni anak,"ucap Revan terkekeh.
"Jadi gimana?"tanya mommy menatap Raina.
"Iya bener tu Na. Lu nginep aja di sini. Dari pada lu di rumah sendirian,lu kan kecil kalau kenapa kenapa gak ada yang nolongin atau lo di ambil sama mbak kunti kan gak ada yang nolongin"ucap Gita yang malah membuat Raina tertawam
"Lah ni bocah bukannya takut malah ketawa"ucap Cika kaget.
"Kayak lo pada gak tau aja,yang ada tu setan ketakutan lihat ni anak,bisa bisa si setan pensiun dari dunia perkuntian"ucap Ona membuat gelak tawa.
"Issh gak gitu konsepnya bujang,"ucap Raina cemberut.
"Dasar bocil"ucap Ale gemas sambil mencubit pelan pipi cubby milik Raina.
"Kamu nginep di sini aja dulu nak,sampai bunda kamu pulang"ucap daddy lembut.
"Oke fiks lo nginep di sini sampai bunda lo balik,gak usah ngeyel tambah pendek mampus lo"ucap Fasya dengan nada mengejek
"H-hah?17 kata 10 detik"ucap Gara terkejut.
"Bang,lu kenapa dah tumben ngomong sepanjang itu,lo ketempelan setan mana?kalau bisa jangan suruh keluar ya"ucap Revan yang di hadiahi tabokan dari kembarannya.
"Awss sakit gajah"ucap Revan.
"Mulut lo minta di cabein ya,badan se gagah ini lo katain gajah"ucap Rehan sinis.
"Apa?gak terima,maju sini"ucap Revan.
"Pikiran lo dangkal banget,malu gue punya kembaran kayak lo"ucap Rehan pedas.
"Wah minta jadi samsak lo?"ucap Revan.
"Ayo di mana gue jabanin,"ucap Rehan santai.
"Ceilah canda doang ko. Serius ae hidup lo"ucap Revan nyengir.
"Atau kalian nginep aja di sini lagian besok kan hari libur"ucap mommy.
"Boleh tan?"tanya Ona dkk berbinar.
"Boleh dong"ucap mommy tersenyum.
"Aku si yess"ucap Raina.
Akhirnya mereka pun pulang hanya untuk mengambil pakaian mereka,mereka akan menginap di mansion milik keluarga si kembar selama dua hari karena hari sabtu dan minggu sekolah mereka libur.
Malam pun datang,Raina dan teman temannya sedang mengadakan bbq an bersama,entah rasanya mereka butuh hiburan.
"Woy guys gue kasih pertanyaan ni"ucap Hengki.
"Apaan?awas aja gak mutu gue buang lo ke sumur"ucap Ona garang.
"Sok iye,kayak lu bisa gotong gue"ucap Hengki.
"Berarti secara tidak langsung,lo...lo ngakuin kalau badan lo gede dong"ucap Raina polos.
"BHAHAHAHA mampus"ucap teman temannya.
"Ya gak gitu juga sayangg"ucap Hengki gemas.
"Tu mulut belum pernah di gampar pake sapu ya"ucap Ale sinis.
"Haha canda Le serius ae hidup lo"ucap hengi nyengir.
"Udah cepetan apa pertanyaan lo?"tanya gara jengah.
"Kenapa ni jagung berbiji"tanya Hengki.
"Coba lo tanya induknya kenapa tu jagung berbiji"ucap Gita santai.
"Induk"beo garam
"Siapa induknya?jan ngadi ngadi lo"ucap Hengkim
"Lo lah,lo berbiji kan"ucap Gita frontal.
"ASTAGHFIRULLOH GITAAA"kesal mereka.
"Ambigu begoo"ucap Revan.
"Sengaja"ucap Gita cengengesan.
"Apanya yang berbiji?"tanya Raina bingung.
'Mampus'batin mereka meringis.
"E-eh gimana tau jawabannya gak?"tanya hengki mengalihkan pembicaraan.
"Gue tau"ucap Raina berbinar.
"Perasaan gue gak enak"gumam mereka.
"Kalau berduri ya durian namanya"ucap Raina terkekeh.
"Udah gue duga,ngaco kan jawabannya tapi ya bener sih"ucap Ona yang diangguki yang lain.
"Udah udah cepetan ni udah jadi semua"ucap Ale.
Mereka pun menghabiskan malam itu untuk bersenang bersama sama.
Raina pun juga merasa senang,tapi apakah iya bisa merasakan kehangatan seperti ini lagi nantinya?
"Udah malem nih,tidur kuyy"ucap Ona.
"Ayok"jawab mereka.
"Gue,Raina,Gita,sama Cika sekamar aja lah"ucap Ona.
"Boleh tu,bisa gibah dulu kan atau nonton drakor atau ngapain gitu kan ye gak"ucap cika semangat.
"Aku si yess"ucap Raina.
"Lo kira lagi ngejuri apa"ucap Gita terkekeh.
"Yaudah yuk lah masuk"ucap rehan dan di angguki yang lain.
Sebelum tidur Raina memeriksa ponselnya dan hasilnya nihil bundanya belum mengabarinya,bahkan pesan yang terakhir kali dirinya kirim pun belum di balas.
"Kenapa lo?"tanya Ona.
"Bunda belum ngabarin,se sibuk itu kah sampai sampai pesan gue belum di bales"ucap Raina lesu.
"Udah,doain aja semoga bunda lo baik baik aja,lo jangan khawatir,tidur gih lo keliatan udah ngantuk"ucap Ona yang diangguki Raina.
Lalu mereka pun tidur dengan tenang,walau sempat Raina susah tidur namun berkat ke tiga teman temannya itu akhirnya Raina bisa tidur juga.
Di kamar para boy's,mereka masih mabar di selingi cerita kecil dari mereka.
"Btw Rev,Han lo berdua ngerasa gak sih muka lo sama muka Raina itu rada rada mirip apalagi sama mommy lo,hampir mirip,dari mata aja udah keliatan fotokopian mommy lo"ucap Gara.
Rehan dan Revan pun saling tatap seperti berbicara lewat pikiran.
"Gue juga ngerasa gitu,pertama kali gue ketemu tu anak rasanya gue kayak deket banget sama dia"ucap Rehan.
"Sama. Gue ngerasa apa yang hilang kembali lagi"ucap Revan.
"Apa cuma mirip?tapi kenapa gue rasa kalian seperti ada hubungan entah kakak adik semacamnya lah"lanjut Gara
Degg
'Adik'batin si kembar.
"Ucapan lo"ucap Ale menyenggol pelan Gara.
"E-eh sorry Van,Han gue gak bermaksut ngingetin lo ke masa lalu lo,"ucap Gara tak enak.
"Sans,ayo lanjutin"ucap Rehan santai namun tidak dengan pikirannya yang sudah melayang entah kemana.