Happy reading-!!
Pagi buta Raina sudah bangun dan menjalankan ibadah sholat subuh.Tiba tiba ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk. Setelah Raina membaca pesan itu,dia menatap datar layar ponselnya dan sedetik kemudian menyeringai kecil.
'Berani sekali dia'batin Raina lalu pergi ke balkon.
Raina mencari nomer seseorang lalu menelponnya.
"Halo bos"ucap orang di seberang sana.
"Kasih pelajaran pada bagian keuangan perusahaan,tapi jangan sampai dia mati,paham?"ucap Raina tegas dan dingin.
"Paham bos"jawab orang di sana.
"Laksanakan sekarang"ucap Raina lalu menutup panggilannya.
"Tikus yang bodoh,"gumam Raina pelan.
Tiba tiba Gita mengagetkan Raina dari belakang.
"Ngapain lo di sini?"tanya Gita.
"Semedi,"jawab Raina santai.
"Semedi your eyes"ucap Gita sinis yang di balas kekehan dari Raina.
"Lo ada masalah?"tanya Gita.
"Gak ada kok tenang aja"jawab Raina.
"Cerita aja kalau lo ada masalah. Kita ini sahabat lo,gue jamin kita bisa lo andelin kalau lo butuh bantuan kita,jangan sungkan sungkan"ucap Gita tulus.
"Iya makasih,kalian sahabat terbaik gue"ucap Raina memeluk Gita.
"Ekhmm ngapain ni peluk peluk?ada yang kalian tutupin dari kita ya?"tanya Ona kepo.
"Kepo lo setan!"ucap Gita ngegas.
"Gak usah ngegas juga lah bebek"ucap Ona kesal.
"Apa gak seneng?baywan dek"ucap Gita.
"Dih bocil"ucap Ona dkk.
"Ya allah kenapa kau berikan sahabat modelan mereka kepada hambamu yang cantik jelita ini"ucap gita drama.
"Alay lo"ucap ona dkk dan tertawa.
Tak lama dari itu Cika merasa ada yang tidak beres dengan Raina,biasanya anak itu paling heboh kalau soal menista teman namun kenapa sekarang berbeda.
"Lo gak papa Na?gue perhatiin lo gak kayak biasanya"ucap cika membuat ona dan gita menatap Raina.
"Enggak papa gue cuma khawatir sama bunda"ucap Raina lirih.
Saat Ona akan mengatakan sesuatu tiba tiba ponsel Raina berbunyi karena ada panggilan yang masuk dari nomer tak di kenal.
"Siapa ya?"gumam Raina sebelum mengangkat panggilan.
"Halo,assalamualaikum,siapa ya?"ucap Raina tanpa basa basi.
"Benar ini dengan Raina Lovata Qiranni Shaenatte?"tanya orang di sana.
"Iya benar saya sendiri"jawab Raina.
"Saya Nevan,dokter yang menangani ibu Melisa Qiranni. Saya harus mengabarkan keadaan beliau sekarang"ucap dokter itu.
"b-bunda. Apa maksut anda?"ucap Raina yang sudah panik.
"Bisa anda ke rumah sakit Citraloka ruang melati nomer 35,biar saya jelaskan di sana"ucap dokter.
"Bisa,saya segera kesana.Terimakasih"ucap Raina lalu menutup panggilannya.
Raina menatap kosong ketiga sahabatnya,membuat sahabatnya itu ketakutan.
"Na kenapa?ada apa sama bunda lo?"tanya gita.
"g-gue juga gak tau hiks tapi gue..gue takut sekarang hiks"ucap Raina menangis di pelukan Ona.
"Kita kesana sekarang ya,kita temenin lo gak boleh kesana sendirian"ucap cika di angguki Raina.
Saat raina dkk turun dan akan sampai di pintu utama,mereka berpapasan dengan Rehan.
"Mau kemana?"tanya Rehan.
"Ke rumah sakit Citraloka,bundanya Raina di sana"ucap Ona.
"Gue ikut,"ucap Rehan lalu mengambil kunci mobilnya?
Mereka berempat bersama menuju rumah sakit cutraloka menggunakan mobil Rehan.
"Sttt sabar Na,berdoa semoga bunda lo baik baik aja"ucap Gita menyemangati.
"Gue takut...gue takut bunda kenapa napa hiks gue takut Git"ucap Raina menangis.
"Iya gue tahu tapi tenangin diri lo dulu ya"ucap Gita.
"Udah sampai"ucap Rehan.
Raina pun cepat cepat turun lalu berlari ke resepsionis menanyakan ruang melati,setelah di beri tau Raina dan lainnya segera menuju ruang melati no 35.
Sesampainya di ruang itu,Raina melihat wanita yang sangat dia sayangi itu tertidur di brankar dengan damainya.
"BUNDA HIKS BUNDA BANGUN,BUNDA KENAPA BUN HIKS BANGUN RAINA ADA DI SINI BUN HIKS"tangis Raina pecah sudah.
Dokter pun masuk..
"Nona Raina?"tanya dokter
"I-iya saya sendiri,bunda saya kenapa dok hiks"tanya raina
"Beliau sedang kritis,ada satu rahasia besar yang beliau tutupin dari kamu"ucap dokter itu.
"Apa dok?BILANG JANGAN BERTELE TELE"marah raina yang langsung di tenangkan oleh rehan.
"Bunda anda mengidap kanker darah stadium lanjut"ucap dokter itu membuat Raina menegang bahkan terasa dunianya hilang begitu saja.
"DOKTER JANGAN BECANDA YA.INI GAK LUCU HIKS BUNDA SAYA HIKS BUNDA SAYA ITU SEHAT SEHAT AJA"ucap Raina menangis histeris.
"Na,raina jangan gini pliss tenangin dulu diri lo"ucap Rehan menatap sendu Raina entah kenapa melihat Raina menangis seperti ini membuat dirinya sakit.
"Tapi han,bunda gue han hiks"ucap Raina menangis sesegukan di pelukan Rehan.
"Iya tenang dulu"ucap Rehan.
"Lo bilang apa? tenang ?gimana bisa gue tenang,sedangkan nyokap gue lagi terbaring lemah han"marah Raina.
Rehan langsung memeluk erat tubuh Raina memberi kekuatan,sakit rasanya sakit melihat Raina menangis seperti itu.
Raina melepaskan pelukan itu kasar lalu pergi begitu saja dari ruangan itu tanpa mendengar teriakan dari teman temannya.
"TUHANN HIKS KENAPA? KENAPA HARUS AKU AKU DAN AKU YANG KAU BERIKAN COBAAN INI?KENAPA KAU TAK PERNAH CAPEK MENGUJIKU SEPERTI INI? KAU PISAHKAN AKU DARI ORANG TUA KANDUNGKU HIKS HIKS,KAU AMBIL AYAH KU DARIKU DAN BUNDA DAN SEKARANG APA INI??,SEKARANG KAU INGIN PISAHKAN AKU DENGAN WANITA YANG AKU SAYANGI SEPERTI BUNDA?mau sampek kapan ya tuhan hiks..MAU SAMPEK KAPAN?"tangis Raina dengan histeris di tambah cuaca yang mulai hujan.
Ya di sini lah Raina sekarang,di tamann belakang rumah sakit.
"Hikss bahkan hujan ini jadi saksi bisu gue sekarang. Gue sendiri hikss.Kalau diriku bisa mengeluh,aku capek,capek sekali,KENAPA GAK AMBIL SAJA NYAWAKU INI"ucap raina menangis di bawah guyuran hujan.
"RAINAA"teriak seseorang.
"Rehan"lirihnya.
"Lo jangan kayak gini,lo harusnya di dalam semangatin bunda lo,gak ada manfaatnya lo nangis di bawah guyuran hujan gini,gak akan merubah semuanya Raina"ucap Rehan menasihati.
Raina mencerna ucapan setiap ucapan dari Rehan.
"Bawa gue ke dalam han,gue mau lihat bunda gue hiks bantu gue"ucap Raina karena ia merasakan lemas di tubuhnya.
"Ayok"ucap rehan menggendong Raina di belakang.
Sekarang Raina sudah berdiri di dekat bundanya tak sengaja air matanya jatuh mengenai tangannya bundanya.
Perlahan tapi pasti,bunda Raina membuka matanya.
"Bunda,bunda udah sadar hiks.Ini Raina bun"ucap Raina bahagia.
"Sayang"panggil bunda lirih.
"Iya bun,mau apa?"tanya Raina yang di balas gelengan dari bunda.
"Bunda minta maaf sayang,bunda rahasiain ini dari kamu.Bunda rasa umur bunda gak lama lagi,tapi bunda takut karena kamu belum bertemu dengan keluarga kandung kamu"ucap bunda.
"Bunda jangan bicara gitu,aku maunya bunda,cuma bunda.Bunda jangan mikir yang enggak enggak ya,harusnya bunda semangat biar sembuh katanya hiks katanya bunda pengen lihat Raina sampek menikah?"ucap Raina yang sudah menangis sesegukan.
"Maafin bunda sayang,seperti nya itu hanya angan angan bunda. Bunda udah lelah,bunda pengen istirahat. Kamu mau gak janji sama bunda?"tanya bunda.
"Bunda jangan bilang gitu Raina gak suka ya"ucap Raina.
"Mau janji sama bunda nak?"tanya bunda lembut.
"J-janji apa"tanya Raina
"Jika nanti suatu saat kamu ketemu dengan orang tuamu,kembalilah pada mereka. Jangan membenci mereka. Bunda yakin mereka bukan membuangmu pasti ada alasan lain di balik itu sayang"ucap bunda.
"Bun,aku gak mau bahas itu dulu,sekarang kesehatan bunda lebih penting bagiku"ucap Raina sesegukan.
"Sini peluk bunda sayang"ucap bunda
Tanpa diminta dua kali pun,Raina memeluk tubuh lemas bundanya itu.
Namun setelah beberapa detik setelah itu,Raina merasakan pelukan itu mengendur dengan sendirinya.
"Bunda...bunda kenapa hikss bun bangun BUNDAA BANGUN BUN...DOKTER TOLONG BUNDA SAYA HIKS DOKTER"panggil raina ketakutan.
Tak lama dari itu dokter pun memasuki ruangan itu lagi dan memeriksa keadaan bunda Raina.
"Silahkan tunggu di luar dulu nona"ucap dokter yang diangguki Raina
Saat iya keluar ternyata sudah ada mommy daddy dan teman temannya yang juga menunggu dirinya.
"Raina sayang"ucap mommy menangis lalu memeluk tubuh lemas Raina
"Hiks mom,bunda Raina mom hiks,Raina takut"ucap Raina.
"Stt tenang kita berdoa semoga bunda kamu gak papa ya sayang"ucap mommy.
Cklekk
Pintu pun terbuka dan raut muka dokter tersebut membuat hati raina ketakutan dengan apa yang terjadi pada bundanya.
"Maaf,saya sudah melakukan yang semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien tapi kehendak tuhan berbeda,pasien telah meninggal"ucap dokter itu.
Raina yang mendengar ucapan dokter itu pun terasa sakit seperti banyak ribuan paku menghantam jantungnya,dunianya seakan mati.
Raina luruh kebawah dan menangis sesegukan. Apa ini kenapa tuhan mengambil bundanya kenapa dirinya gak di ambil sekalian sekarang dia benar benar sendirian.
"BUNDAA JAHAT BUNDA GAK SAYANG RAINA LAGI HIKS RAINA SALAH APA SAMPAI SAMPAI BUNDA TINGGALIN RAINA"ucap raina dengan tangis sendunya membuat siapapun yang melihatnya merasakan kepedihannya.
"Bunda jahat hiks bunda jahat"ucap raina lirih di dalam pelukan mommynya.
Setelah itu Raina merasakan pusing dan penglihatannya buram,ya dia pingsan karena terlalu banyak menangis.
"RAINAA"teriak teman teman Raina karena melihat Raina pingsan.
"Raina nak..bangun sayang hiks...daddy Raina dad"ucap mommy.
Mereka pun membawa raina ke ruang rawat dan tak lupa pihak keluarga Kavindra mengurus jenazah alm.bunda Raina.