Happy reading-!!!
Hanya ada keheningan di dalam rumah kediaman alm.bunda Raina. Setelah bunda Raina di makamkan,tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Raina. Hanya ada butiran air mata keluar dari mata indahnya.
Raina tidak sendiri,karena saat ini para sahabat dan teman temannya masih menemaninya sampai sekarang. Mereka takut jika Raina kenapa napa karena kondisinya yang sempat down.
"Na makan dulu ya,gue udah bikinin nasgor kesukaan lo gimana?"tanya Ona yang di angguki lainnya.
"Gak usah. Kalian makan aja dulu nanti gue nyusul,"jawab Raina dengan senyumnya.
Bahkan di saat lo sedih,lo masih memperlihatkan senyum manis lo itu Na batin teman temannya.
"Kita makan,kalau lo makan,"ucap Cika.
"Bener tu,kalau lo kelaparan,kita juga harus kelaparan. Bukannya definisi teman seperti itu?"ucap Gita.
Raina tersenyum mendengar ucapan mereka.Ia sangat-sangat bahagia karena di saat dia sendiri ternyata masih ada sahabat dan teman temannya ini menemaninya dan menguatkannya.
"Thanks guys. Kalian udah gue anggap seperti keluarga gue,jadi gue gak mau liat kalian kelaparan. Yok makan,"ucap Raina.
"NAH INI BARU RAINANYA KITA"ucap mereka kompak lalu tertawa bersama.
Selesai mereka mengisi perut,ternyata mommy dann daddy si kembar datang dan membuat bingung Raina dkk,karena mereka tidak datang sendiri melainkan ada fasya dengan senyuman di bibirnya.
"Stt Han,bang Fasya kenapa tu?"bisik Revan ke Rehan.
"Kesambet kali"ucap Rehan ngelantur.
"Anjir ternyata lo bisa ngelucu juga ya tapi sayangnya garing"ucap Revan santai.
"Bodo amat setan"ucap Rehan.
Diam diam Raina menahan detak jantungnya yang berdetak lebih kencang karena iya sudah merasakan apa tujuan mereka datang kesini.
Apa gue udah siap mendengar kebenaran ini,semoga perkiraan gue selama ini salah batin Raina.
"Mommy daddy bang Fasya ngapain kesini lagi?itu bang Fasya kesambet apa?"tanya Revan yang daritadi sudah gatel mulutnya.
"Berisik lo pari"ucap Rehan sinis.
"Bacot kau Han"ucap Revan.
"Kita kesini mau jemput adik kandung kalian. Adik kalian yang dulu hilang setelah di lahirkan. Adik yang sampai sekarang kalian cari-cari"ucap mommy serak.
Revan dan rehan mencoba mencerna ucapan mommynya itu.Apa tadi mommy bilang,menjemput adiknya?adik kandungnya?tapi kenapa ke sini?.Banyak sekali yang ingin di tanyakan kepada mommynya itu tapi mulut mereka terasa kelu untuk berbicara sepatah katapun.
"Maksut tante gimana?"tanya Ale.
"Saya ingin menjemput anak kandung saya.Àdik dari Fasya dan si kembar.Raina.Dia anak kita yang ditukar dengan bayi yang sudah meninggal oleh rekan kerja saya karena mereka merasa kelemahan keluarga saya adalah anak perempuan saya satu satunya"ucap daddy menatap sendu Raina.
"Di tukar?"gumam Raina.
"Iya sayang kamu di tukar sama bayi yang sudah meninggal oleh rekan kerja daddy kamu yang menyebabkan kamu terpisah dari kita tapi kita tau bayi itu bukan kamu karena jenis kelamin bayi itu beda"ucap Mommy yang sudah menangis terisak.
"Jadi dugaan Raina selama ini gak benar,Raina kira kalian membuang Raina karena kalian mengira aku anak pembawa s**l dan tak di inginkan di keluarga kalian"ucap Raina yang juga mulai menangis.
"Itu gak benar. Bahkan kita sangat bahagia dan menunggu kehadiran kamu di dunia. Tapi ternyata insiden itu membuat keluarga kita terpecah,opa dan oma memilih kembali ke negaranya dan kakak kakak kamu yang lain juga memilih tinggal di luar negeri dek"jawab Fasya.
"Abang tau?"tanya Raina
Fasya yang di panggil dengan sebutan abang pun tidak bisa menahan senyumannya lebih lebar,ini keinginannya dari dulu dipanggil oleh adik perempuannya dengan sebutan abang.
"Iya bang Fasya tau,karena abangmu dan si kembar ini ikut terpukul saat insiden itu"ucap daddy.
"J-jadi selama ini kita dekat dengan adik kita sendiri?"tanya Rehan tak percaya.
Teman teman Raina yang lain hanya bisa terkejut dan melongo mendengarkan penjelasan keluarga dari si kembar.
"Daebakk benar benar kebetulan yang berhadiah"ucap Gara.
"Begoo!! Merusak suasana aja lo ya"ucap Gita kesal sambil menjitak kepala Gara.
"Buset dah kecil kecil tenaga beton"gumam gara.
Tiba tiba Raina di kejutkan karena si kembar,Revan dan Rehan memeluknya erat.
"Abang"gumam Raina pelan sambil tersenyum
"Gue kangen sama lo,pantes aja gue ngerasa deket sama lo beberapa bulan ini"ucap Rehan.
"Gue juga njir enak aja lu bilang diri lo sendiri"ucap Revan tak terima.
"Yaudah si bacot banget lo"saut Rehan santai.
"Heh gue abang lo ya! yang sopan lo"ucap revan.
"3 menit doang"ucap Rehan datar.
"Ya tapikan-"
"Udah Revan Rehan ngapain kalian berantem? pusing daddy liatnya"ucap daddy menggelengkan kepalanya.
"Minggir!"ucap Fasya mengusir si kembar.
"Gak mau kita masih kangen sama Raina bang"ucap Revan di angguki Rehan.
"Minggir atau pulang tanpa kepala?"ucap Fasya tajam.
"Hehe pics bang,serius amat hidup lo. Ni silahkan tuan"ucap Revan cengengesan.
"Malu gue punya kembaran modelan lo"ucap Rehan bergidik ngeri.
"Bacot kau"ucap Revan sinis.
"Udah udah,sekarang Raina beres beres kita pindah ke mansion ya nak,bawa seperlunya saja semua sudah di sediakan di sana"ucap mommy lembut.
"Tapi rumah ini enggak di jual kan mom,dad?"tanya Raina kikuk.
"Enggak sayang,ini akan di jadikan panti asuhan seperti keinginan alm.bunda kamu"ucap daddy lembut.
"Beneran dad?"tanya Raina berbinar dan diangguki mommy dan daddynya.
"Makasih mom,dad"ucap Raina.
"Sama sama sayang"jawab mereka.
"Yaudah Raina beberes sebentar ya"ucap Raina.
"Kita bantu Na"ucap Ona dkk.
"Gak ada penolakan"lanjut Gita menarik tangan Raina ke kamar untuk beberes.
Oh iya lupa terus barang barang gue yang itu gimana gak mungkin kan gue bawa sekarang nanti mereka curiga siapa gue sebenarnya batin Raina yang sedang mengemasi pakaiannya.
"Raina ini ruang apaan kok banyak berkas sama ada komputer juga leptop?ini punya lo semua?"tanya Ona.
"Mampus"gumam Raina.
"E-enggak itu ruangan bunda jadi semua punya bunda termasuk berkas berkas itu"ucap Raina.
"Oh oke"ucap ona tanpa menaruh curiga.
"Btw gue gak habis pikir ternyata lo sama si kembar saudaraan pantes aja muka kalian rada rada mirip"ucap Cika.
"Iya bener tu emang ya kalau udah takdir gak ada yang bisa misahin pasti ujung ujungnya ketemu lagi"kekeh Gita.
"Na buat rahasia lo tentang lo punya alterego,apa lo akan cerita ke mereka juga?"tanya Ona hati hati.
Raina terdiam sebentar,hampir saja iya melupakan itu.
"Pasti,tapi nunggu waktu yang tepat"ucap raina tersenyum.
"Udah nih beres semua"lanjut Raina.
"Yaudah yok turun"jawab mereka.
Raina dkk pun berjalan menuju ruang tamu dan ternyata mereka sudah menunggu mereka semua.
"Udah nak?hanya satu koper?"tanya daddy.
"Iya dad udah semua"jawab Raina mengangguk polos.
"Daddy kira Raina seperti cewek lain yang bakal bawa paling sedikit 5 koper"ucap Revan terkekeh.
"Gilaa paling sedikit 5 koper terus paling banyak berapa?"tanya Ona.
"Serumah di bawa kali"jawab Revan ngawur.
"Gini ni kalau makan nasi sampai piringnya di makan juga,begonya alami"ucap Ona sinis.
"Mulut lo gue gampar ya"ucap Revan.
"Udah udah malah berantem sendiri,ayo pulang biar Raina bisa istirahat juga"ucap mommy.
"Iya mom"jawab mereka.
"Kalian duluan aja nanti Raina nyusul"ucap raina tersenyum.
Mereka yang paham maksut Raina pun mengiyakan ucapannya dan meninggalkan Raina seorang diri.
Raina mengedarkan pandangannya ke sepenjuru rumah,iya flacsback dimana saat bersama bundanya,di setiap titik ruang banyak kenangan yang di tinggalkan bersama bundanya itu.
Tess
Air mata itu tanpa diminta keluar dengan sendirinya.
Lalu iya mengambil 1 foto yang isinya foto dirinya dan bundanya.
"Bunda pasti bunda bahagia di sana karena aku sudah kembali sama keluarga kandung aku,bunda pasti udah lega kan dan bunda pasti senang rumah ini akan menjadi panti asuhan seperti keinginan bunda,bunda jangan lupa dateng ke mimpi Raina ya sampai kapanpun Raina tetap sayang sama bunda"ucap Raina menangis dalam diam dan tak lupa senyum manisnya.
Tuhan jadikan awal kehidupan ku bersama keluarga kandungku ini bahagia,aku hanya minta jauhkan segala masalah yang ada untukku dan keluargaku,aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan nyawa keluarga dan orang yang aku sayang batin Raina.
Dirasa sudah semua,raina menghampiri keluarganya lalu pulang menuju mansion keluarga Kavindra.