Happy Reading
Saat ini Revan,Rehan,dan Raina sudah ada di sekolah.Sebenarnya ini masih sangat pagi tapi karena Raina sangat berantusias alhasil Raina membangunkan kedua abangnya sangat pagi agar bisa berangkat sekolah sepagi ini.
"Tuh kan masih sepi dek. Kamu si ngeyel banget minta berangkat sepagi ini"ucap Revan gemas.
"Gak papa bang kan bisa piket dulu. Lagian hari piket kita kan hari ini"ucap Raina mengerjapkan matanya polos.
"Lah inget aja ni bocah"gumam Rehan.
"Ya inget lah. Raina tau ya abang sering dateng telat biar abang gak di suruh piket. Terus kalau jam pulang juga ngancir keluar duluan. Ngaku kalian"ucap Raina melirik mereka yang sedang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Tau aja kamu dek"ucap Revan dan Rehan terkekeh membuat Raina memutar matanya malas.
"Pokoknya mulai sekarang Raina pantau abang. Kalau abang bandel Raina gak mau bicara sama abang"ancam Raina membuat si kembar melotot.
"Jangan...oke kita akan piket terus yang penting kamu jangan diemin kita"ucap Revan cepat dan diangguki Rehan.
"Oke,aku pegang janji kalian,kuy masuk"ucap Raina sambil memainkan permen karet kesukaannya.
Saat melewati taman sekolah, Raina melihat cewek duduk sendiri sambil membaca bucu.Namun bukan itu yang membuat dirinya bingung tapi cewek itu,cewek itu sudah beberapa kali dirinya lihat dan selalu ada di taman sekolah dengan membawa buku kesayangannya.
"Kamu lihatin siapa dek?"tanya Rehan.
"Itu bang"tunjuk Raina.
Revan dan Rehan pun mengikuti arah tunjuk Raina lalu melotot seketika.
"Raina mau kesana"ucap Raina menyadarkan mereka.
"Jangan dek jangan"cegah Revan cepat.
"Kenapa bang?"tanya Raina bingung.
"Bahaya dek,mending kita langsung ke kelas"ucap Rehan dan di benarkan Revan namun bukan Raina namanya jika menurut pada abangnya itu.
"Emang kenapa Raina gak boleh dekatin kakak itu? dia kakak kelas kan?"tanya Raina.
"Iya dia kakak kelas,dan dia paling gak suka di ganggu sama orang lain dia lebih suka menyendiri,kalau ada yang berusaha mengganggunya dia akan menghabisi orang itu"ucap Rehan membuat Raina terkejut.
"Maksut abang dia kejam?"tanya Raina namun nadanya terkesan biasa saja.
"I-iya bisa di bilang gitu"ucap Rehan.
Raina diam dan menatap penuh arti pada cewek yang bisa di perkirakan kakak kelasnya.Tapi entah kenapa Raina melihat cewek itu memiliki banyak masalah dan membutuhkan orang yang ada di sisinya.
"Abang kekelas dulu gih,Raina mau ke toilet"ucap Raina membuat si kembar curiga.
"Aku cuma ke toilet bang"ucap Raina jengah lalu memutarkan matanya malas.
"Yaudah jangan kesana atau abang jewer telinga kamu"ucap Revan.
"Iya abang iya bawel banget,byee abang"pamit Raina berlari kecil menuju kamar mandi.
Raina sedang membasuh mukanya saat akan keluar dari toilet tak sengaja dirinya menabrak cewek ditaman tadi.Namun tatapan cewek itu memang tajam membuat raina sedikit merinding di buatnya.
"Hehe maaf kak,Raina gak sengaja"ucap Raina menyengir polos.
"Gak papa"jawab cewek itu dingin.
"Bentar deh,Raina kayak pernah lihat kakak tapi dimana ya"gumamnya menatap cewek itu yang masih memandangnya datar.
"Fely"lirih cewek itu membuat Raina bingung dan menengok samping kanan kiri dan belakangnya berpikir apakah ada orang lain disini namun nihil hanya ada mereka berdua.
"Fely siapa kak?"tanya Raina memandang cewek itu dengan tatapan polosnya.
Raina tak tau tatapan itu membuat cewek itu teringat pada sosok yang sangat ia sayangi. Fely Ardenisa adik tercintanya yang meninggal karena di bunuh musuh keluarganya.
"Lupakan"jawabnya yang masih dengan nada dingin.
"Emm kakak keganggu ya sama Raina hehe maaf kak kalau gitu Raina permisi ya"ucap Raina sopan.
Saat akan pergi dari situ Raina mendengar isak tangis dari cewek itu membuat Raina terkejut juga bingung.Apakah dirinya salah bicara atau tadi dirinya menginjak kaki kakak kelasnya itu tanpa sengaja.
"Kau menginjak kakinya?"tanya Raina pada sepatunya sendiri.
"Sepertinya tidak"lanjutnya lalu menoleh dan mendekati perlahan cewek yang menangis walau pun pelan itu.
"Kakak kenapa nangis?"tanya Raina.
"Fely hiks hiks kakak kangen sama kamu dek"ucap cewek itu yang tiba tiba memeluk Raina membuat Raina terkejut kembali.
Raina pun paham siapa Fely sekarang.
"Adik kakak namanya Fely?"tanya Raina polos.
"Iya"ucap cewek itu melepas pelukannya dan meminta maaf namun Raina tak mempermasalahkannya.
"Kakak bisa kok anggap Raina adik kakak,lagian Raina belum punya kakak perempuan pasti seru"ucap Raina dengan senyuman manisnya.
Entah kenapa cewek itu merasanya nyaman dan tidak terganggu dengan adanya Raina.
"Terimakasih"ucap cewek itu.
"Nama kakak siapa?"tanya Raina lagi.
"Bella"jawab Bella dengan nada lembut seperti berbicara dengan adiknya.
Benar dugaan ku batin Raina menatap Bella dengan raut muka susah di baca.
"Hihi Raina punya kakak perempuan,ayo kak ke kelas Raina dulu,Raina mau kenalin kakak ke teman teman sama abang Raina"ucap Raina antusias membuat Bella tersenyum lembut.
"Ayok"ucap Bella.
"RAINA KAU INI LAMA SEKALI KITA UDAH KETAKUTAN SAMPAI SAMPAI MIKIR KALAU LO DI CULIK ATAU DI BAWA PEMULUNG COBA"ucap Ona dkk heboh.
"Gilaa bisa bisa b***k sejak dini ni gue"gumam Raina menggosok gosok kupingnya.
"Tenang dulu,gue cuma ke toilet sayang sayang ku yang cantik tapi cantikan Raina sih"ucap Raina yang masih sempat percaya diri.
"Oh iya guys,gue mau ngenalin kalian sama kakak gue hihi,kepo gak kepo gak?kepo lah masa enggak"ucap raina terkekeh melihat muka tertekan teman temannya itu.
"Kak bella sini kak masuk"ucap raina menyuruh bella masuk.
Setelah bella benar benar menampakkan dirinya di kelas raina dan jangan lupa tatapan dinginnya membuat semua terkejut dan menegang di tempat.
"Kalian kenapa?kak Bella bukan monster yang harus di takuti"ucap raina terkekeh
"T-tapi dia kan"ucap ona terhenti
"Gue gak akan menghabisi orang jika dia tidak mengusik hidup ku"ucap bella dengan nada dingin membuat semua merinding namun tidak dengan Raina yang malah mengeluarkan permen karetnya dan memakannya
"Na lo utang penjelasan ke kita"ucap gita berbisik sangat pelan
"Ha?"jawab raina karena tak mendengar
"Lo utang penjelasan ke kita"ulang gita semakin pelan
"Apa si git?"tanya raina kesal
"b***k kau"ucap gita yang mulai kesal
"Gak usah bisik bisik makannya,biasanya juga kek toa suara lo"ucap raina terkekeh karena mendapat pelototan dari gita
"LO UTANG PENJELASAN KE KITA BONCEL"teriak gita pada telinga raina membuat raina terlonjak kaget
"Cantik cantik kok b**o,lo kira kuping gue gak penging apa"ucap raina membuat mereka terkejut karena raut muka raina yang menggemaskan
"Biar gue yang jelasin"ucap bella yang mendapat anggukan dari raina sementara bella sudah mulai membuka mulutnya untuk menjelaskan semuanya namun raina malah mengusili gara dan ale membuat kedua laki laki itu mendengus kesal tapi mereka mencoba sabar menghadapi bocah satu itu.
"Lo usil lagi gue bekep lo ketek gue ya Na"ucap gara yang mulai gemas dengan tingkah temannya ini
"Ale aja diem tu,gak keganggu"ucap raina polos
"Iya lah dia lagi bucin"gumam gara
"APA?"tanya raina dengan berteriak di telinga gara
"Buset dah ni boncel pengen gue pites pites rasanya"ucap gara dengan raut kesalnya dan malah membuat raina cekikikan melihatnya
"Udah stop nanti kecapekan"ucap ale menyuruh raina duduk dan diangguki raina
"Kakak ke kelas ya,nanti kita ketemu di kantin"ucap bella yang sudah selesai menjelaskan pada teman teman raina
"Iya kak"jawab raina yang masih memainkan permen karetnya
Setelah bella keluar dari kelas,teman teman dan abang raina menatap raina tak percaya,pasalnya baru dirinya yang bisa mendekati cewek itu apalagi sampai di anggap adiknya sendiri semudah itu kah?apakah dirinya memakai pelet?tapi mana mungkin pikir mereka.
"Kenapa?"tanya raina polos sambil memiringkan kepalanya gemas
"Lo pakai apa Na,sampai sampai semua orang bisa sayang sama lo?"tanya ona tak habis pikir bukan dirinya iri hanya saja dirinya bingung dengan pesona si boncel
"Gak pakai apa apa,sesuaiin aja amal dan perbuatan kita dan selalu berdoa"ucap raina terkekeh membuat mereka semua menatapnya datar
"Bodo amat Na bodo amat"ucap mereka kompak
"Raina gak papa,raina in the best"gumam raina menyibakkan rambutnya mengenai muka Ale
"Sabar gue banyak kok Na"ucap Ale tersenyum paksa
"Hehe sengaja,eh gak sengaja Ale"ucap raina terkekeh
"Oh iya kemarin gak sengaja aku baca grub sekolah,katanya kak inez di keluarin siapa yang ngeluarin?"tanya raina
"Abang abang lo sama daddy lo lah siapa lagi coba"ucap cika gemas
"Ohhh"jawab raina santai
"Kenapa?"tanya raina lagi membuat mereka ingin menguburnya hidup hidup
"Makan anak ayam punya tetangga sebelah,puas?!"ucap ona dkk dan di angguki raina membuat mereka melongo
"Padahal aku mau bales kejahatan dia ke gue tapi udah di keluarin duluan,yaudah biar orang lain yang membalaskannya buat gue"ucap raina dengan tersenyum penuh arti
"Maksutnya?"tanya mereka bingung
"Gak papa ayo duduk udah mau masuk lho"ucap raina dengan senyuman indah di bibirnya.
Kau telah bermain dengan orang yang salah kak batin raina tersenyum penuh arti lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang.
Bang tiger
Cari dan lakukan yang semestinya mereka dapatkan bang,tapi jangan sampai mereka mati karena aku yang menjadi malaikat kematiannya kali ini.
Data dan foto udah aku kirim lewat email.