The Last Weird || Bagian 17

2035 Kata
Bagian 17 || Mulai dengan awal baru || "Bagaimana keadaan nya?" seru Mr. Erick sambil duduk di sebelah putra nya yang sedang menyiapkan sup. Rasanya sudah cukup lama bagi Erick tidak menatap ruang dapur nya kembali terasa hidup seperti ini. Tepat nya saat sebelum Xander memutuskan untuk tinggal di apartemen nya sendiri.  "Tidak cukup baik! Tapi, aku rasa dia akan segera sadar!" seru Xander segera berjalan menuju kamar Alice dengan semangkok sup di tangan nya. Erick menghela nafas nya, putra nya tidak pernah seperhatian ini pada sosok lain. Bahkan pada nya sendiri. Xander masuk ke kamar Alice, Logan beberapa menit yang lalu sudah datang dan sekarang sedang menata semua barang-barang Alice yang bisa ia selamatkan dari rumah gadis itu.  "Dia sudah sadar?" seru Xander  "Aku rasa belum, tidak ada pergerakan darinya sejak tadi!"  "Baiklah, kau bisa makan sekarang. Aku sudah memasak sup di dapur, aku akan menunggunya hingga sadar!"  "Ya, aku pergi dulu! Dan, maaf sudah memaksa Alice untuk membuka pintu nya. Ini semua benar-benar tidak seperti yang ada di dalam mimpi ku. Dan, terimakasih sudah menyelamatkan nya." seru Logan lalu menatap Alice yang masih berbaring. Ia menghela nafas nya sebentar lalu segera berjalan keluar. Ia juga masih harus menyiapkan mental untuk bisa menatap gadis itu. Pasalnya, ia yang menyuruh gadis itu untuk membuka pintu itu. Jika ia tidak melakukan hal itu, maka bisa di pastikan bahwa gadis itu akan baik-baik saja sampai saat ini.  "Aku rasa ini memang yang terbaik, jika kau tidak memaksanya. Maka kemungkinan kita tidak ada pernah tau bahwa dia berada di bawah kuasa seorang iblis. Tidak ada yang patut untuk di sesali. Banyak misteri yang masih harus kita tuntaskan untuk saat ini, meski aku tidak tau apakah kita bertiga mampu melewati ini semua atau malah berakhir dengan kelemahan kita!" seru Xander sedikit memberikan Logan pencerahan.  "Tapi, aku masih tidak tau harus menatap Alice seperti apa nanti. Aku takut dia marah dan malah menjauh dari ku. Aku sudah lama bersama dengan Alice, dia jauh dari ku sama-saja dengan sakit bagiku!"  Xander menatap Logan, ia tau bahwa kedua sahabatnya itu sudah bersahabat lebih lama darinya. Dan ia tau seberapa besar rasa sayang Logan pada gadis yang sedang terbaring di atas ranjang saat ini. Xander memejamkan matanya, lalu menatap Logan "Kita hadapi saja apa yang terjadi, karena pertama kali sadar. Alice masih sedikit trauma, aku berharap setelah dia bangun nanti. Dia sudah tidak seburuk tad!"  Logan menunduk, lalu mengangguk "Aku akan keluar dulu!"  Alice pov: Alice kembali merasakan ada sesuatu yang mengusap wajah nya, dengan perlahan ia juga mulai bisa mendengar bahwa ada yang memanggilnya. Alice mulai membuka matanya lagi, dan langit-langit hitam yang menyambut indra penglihatannya untuk pertama kali. Kesadaran Alice dengan perlahan mulai kembali, benda-benda di depan nya sudah tidak lagi berbayang.   "Alice? Kau sudah sadar?"  Merasa terpanggil, Alice mengalihkan perhatiannya dan menatap sosok yang beberapa waktu lalu juga ada di depan nya. Alice mengangguk dan hendak bersandar, namun Xander segera membantu nya untuk bersandar di sandaran ranjang yang beberapa menit lalu juga ia berada.  "Terimakasih!" ujar Alice saat Xander sudah kembali duduk di depan nya  "Syukurlah, apa kau sudah merasa baikan sekarang?" seru Xander  "Ya, sudah lebih baik dan sudah lebih bisa mengendalikan emosi ku!" seru Alice  "Apa kau sadar dengan apa yang menimpa mu?"  "Sudah, aku tidak menyalahkan siapa pun!" Alice tersenyum sambil menatap Xander. Keadaannya memang tidak seburuk saat kali pertama ia bangun. Alice mulai bisa menerima keadaan, meski ia menatap kakinya yang masih seburuk saat ia pertama kali bangun.  Xander menatap ke arah tatapan Alice, dengan reflkes Xander mengambil tangan Alice membuat perhatian gadis itu tak lagi tertuju pada kakinya yang masih sedikit mengerikan. "Kita akan menghadapi nya bersama-sama Alice. Kau tidak sendirian, ada kami yang akan selalu menemanimu!"  Alice menatap Xander, "Trimakasih!" Alice menatap Xander cukup lama, hingga lelaki itu tiba-tiba teringat dengan sesuatu.  "Syukurlah, ini. Aku sudah menyiapkan mu sup bubur ayam, aku tidak tau seperti apa rasanya. Tapi, ayah bilang sup seperti ini bisa mempercepat proses pemulihan mu!" seru Xander segera menyodorkan mangkuk bubur itu pada Alice.  "Yakk, kau belajar memasak?" kekeh Alice menyadari bahwa Xander bukan lah tipe pria romantis  yang bisa memasak. Bahkan, dulunya. Hampir setiap hari lelaki itu selalu nebeng makan di rumah Logan. Ahhh, Logan, dimana lelaki itu? "Logan tidak datang?" seru Alice sambil menyuap bubur itu ke dalam mulut nya. Namun baru saja Alice memasukkan bubur itu ke dalam mulutnya. Ia langsung mengambil air dibantu dengan Xander.  Rasa bubur buatan Xander benar-benar tidak enak, rasanya terlalu asin. Dan Alice tidak suka makanan yang terlalu asin.  Xander yang menatap wajah pucat Alice segera memberikan segelas air putih. " Ada apa? Apa rasanya tidak enak?" seru Xander menatap Alice, ia segera mengambil alih sup itu dan  "Huekkk, ini asin sekalii!" seru Xander memuntahkan bubur nya  "Syukurlah kau bisa merasakan nya, lagi pula. Apa kau tidak merasakan ini sudah keasinan saat menyajikannya?" kesal Alice, padahal perutnya benar-benar sudah keroncongan.  "Heheheheh, maaf. Aku merasa garam nya tadi kurang, jadi, aku menambahkan 2 sendok, Tapi aku tidak mencicipinya lagi!" kekeh Xander sambil menggarut tengkuk nya yang sedikit gatal  "Holll, dasar. Ahhh, kau belum menjawab ku tadi. Apa Logan ada di sini? Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin dia menyalahkan diri nya sendiri. Karena Logan itu adalah tipe yang sering menyalahkan diri nya sendiri" seru Alice  "Ya, dia datang beberapa menit yang lalu!" seru Xander "Dan dia masih makan sup itu, wait, tunggu dulu, dia---!" Xander seolah baru sadar akan sesuatu. Ia segera beranjak hendak menuju pintu, namun pintu itu sudah lebih dulu terbuka dan menampilkan sosok Logan dengan wajah masam nya dan lidah yang terjulur ke depan.  "Shitt, kau benar-benar meracuni kami Xander. Sup mu sangat asin!" seru Logan berdecak kesal.  Logan hendak mengomentari masakan Xander lagi. Namun, perhatian Logan lalu tertuju pada Alice yang sedang duduk di atas ranjang nya dan menatap nya dengan alis berkerut.  "Alice? Kau sudah sadar?" seru Logan langsung berlari dan memeluk gadis itu. Logan memeluk Alice kuat, sangat kuat, dan itu seimbang dengan rasa bersalah nya pada gadis itu dan melupakan rasa bubur Xander yang kelewat asin. Logan memeluk Alice dengan air mata nya yang tiba-tiba mengalir dari pelupuk matanya. Namun lain hal nya dengan Alice, ia kesulitan untuk bernafas karena Logan terlalu bersemangat memelukknya.  "Uhukkk, Logan. Kau bisa membuat ku mati muda!" seru Alice berusaha untuk melepaskan pelukan Logan yang sialnya benar-benar kuat, bahkan ia terbatuk dengan kuat. Membuat Logan langsung sadar dan melepaskan pelukan nya pada Alice yang langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya.  "Maaf Alice, aku terlalu senang saat melihat mu sadar. Dan, maaf, aku benar-benar minta maaf kepada mu. Jika aku tidak memaksa mu untuk melihat ke luar ruangan mu, maka ini tidak akan terjadi pada mu. Aku sungguh minta maaf Alice! Aku sama sekali ti-tid" seru Logan  "Dengar, aku bahkan ingin berterimakasih pada kalian berdua. Jika kau tidak memaksa ku saat itu, aku mungkin tidak akan pernah sadar bahwa Bertha bukan lah ibu ku. Aku bahkan tidak akan pernah sadar bahwa dia adalah satan. Dan jika Xander tidak datang, kemungkinan besar aku hanya lah tinggal nama saja. Jadi, aku bersyukur bahwa kalian berdua ada bersama ku. Aku berterimakasih kepada kalian!" seru Alice menatap Logan dan Xander bergantian sambil memotong ucapan Logan tadi.  "T-tapi, aku merasa bersalah dengan keadaan mu saat ini Alice. Aku tetap ingin minta maaf!" seru Logan denga raut wajah penyesalan  "Sudah lah, yang terpenting Alice masih bisa selamat. Dan, yang harus kita pikirkan kedepan nya adalah. Siapakah ibu dari Alice dan mengapa ia bisa berakhir di tangan satan dan alasan satan itu tidak memakan Alice sejak dulu. Dan, mengenai teror ini, aku rasa kita harus segera menyelesaikannya!" seru Xander bijak  "Wait, sebelum aku pingsan. Aku rasa kau mengatakan bahwa kau juga bukan lah anak dari mr. Erick, bisa kau jelaskan pada ku?" tanya Alice membuat perhatian Logan juga tertuju pada lelaki itu .  "Aahh, mengenai hal itu. Ayah ku baru saja memberitahukan nya pada ku saat aku menceritakan mengenai benda kefanaan itu. Ayah bilang, salah-satu dari antara kita bertiga ada yang melupakan masa lalu nya dan kita pernah berhubungan dengan salah-satu malaikat atau dengan manusia yang mengendalikan setan dengan benda kefanaan itu!"  "Seperti penjelasan mr.Robert bukan?" ujar Alice "Ya, ini sama! Tapi sudah lah, lebih baik kita fokus menyelesaikan satu-persatu masalah terlebih dahulu!" "Aku setuju dengan Xander, mengenai luka ini. Aku rasa, ini masih bisa sembuh. Meskipun tidak sempurna, aku tetap akan berusaha!" seru Alice "Terimakasih Alice!" seru Logan yang kembali memeluk gadis itu  Xander yang berada 2 langkah di belakang Logan mengalihkan perhatiannya, ia hendak pergi namun "Hiaaaaa!" teriak Xander saat tiba-tiba merasakan sebuah tarikan dan berakhir dengan memeluk Alice dan Logan.  "Kita pasti bisa menyelesaikan ini bukan?" seru Logan menatap Xander dan Alice  "Ya, aku yakin kita bertiga bisa!" seru Alice  Alice dan Logan kali ini menatap ke arah Xander yang masih diam, "Kau tidak ingin berjuang bersama kami berdua?" seru Alice membuyarkan lamunan Xander  "Ya, tentu saja aku ikut berjuang bersama kalian berdua!" seru Xander membuat senyum Logan dan Alice akhirnya mengembang. Bukan hanya mereka, namun sosok yang tidak terlihat juga tersenyum melihat mereka dari kejauhan.  Kriukkk...Mereka mengalihkan perhatian mereka saat mendengar suara dari perut Alice, Logan langsung sadar bahawa gadis itu pasti sedang lapar. Logan juga menatap Xander yang hanya menatap Alice dengan kekehan. Xander segera mengambil ponsel nya "Mau pesan apa? Aku rasa kita harus memesan gofood untuk menu makan kita hari ini!"  "Aku mau chicken nugget saja!" seru Alice menatap Xander "Aku juga!" Logan langsung menyahut dengan menu yang sama denagn Alice  "Baiklah, aku rasa tiga chikcken nugget tidak masalah. Aku akan menjemputnya sebentar, tunggu aku datang dengan makanan kita!"  Tidak lama, Xander segera datang dengan kotak makanan di tangannya. "Tada.... aku membawakan pesanan kalian!" seru Xander sedikit dengan nada bersemangat nya.  Logan mengambil bagiannya, sementara Xander langsung duduk di sebelah Alice. Membantu gadis itu untuk makan. Di sela-sela acara makan mereka, Logan teringat dengan sesuatu. Lalu menatap kaki Alice yang memang terekspos dan menampilkan urat-urat yang sedikit menonjol. Dari apa yang sering dikatakan oleh Xander, jika seseorang di gigit oleh satan jenis jikininki itu. Biasanya bagian tubuh yang terkena gigit tidak akan pernah bisa selamat. Namun kaki Alice masih lebih baik, dan bahkan dari pertama ia menatap kaki gadis itu. Perubahannya cukup besar, hingga Logan menatap Xander. Lelaki itu pasti memberikan pertolongan pertama pada Alice "Apa yang kau berikan pada Alice untuk pertolongan pertama nya? Kalau tidak salah, kau bilang seseorang yang di gigit oleh iblis itu tidak akan pernah bisa selamat!" Logan bertanya sambil menguyah makanannya  Uhukk--Xander tiba-tiba tersendak makanannya sendiri "Astagahh, ini minumlah!" Alice yang berada di dekat Xander langsung memberikan lelaki itu segelas air putih!"  "Trimakasih!" Xander langsung meminumnya dan menatap Logan yang menatap nya denagn raut wajah menyebalkan itu. Xander juga menatap Alice yang menatap nya dengan sedikit penasaran itu. Xander memejamkan kedua matanya dan menatap Logan "Bisa kah kita makan dulu? Aku hanya memberinya ramuan yang selalu aku bawa kemana-mana. Hanya itu, dan tolong jangan membahas hal in lagi!"  Xander langsung beranjak keluar, meninggalkan Alice dan Logan yang saling menukar tatapan mereka. Alice tidak terlalu peduli, ia langsung melanjutkan acara makannya. Dan tidak lama setelah terdiam di dalam pikirannya, Logan juga akhirnya memakan nasi nya.  **** "Mizu, kau harus tetap memberikan mereka bertiga petunjuk. Ini masih lah awal, tapi setelah ini, biarkan mereka dulu yang bekerja, jangan ikut campur dulu!Terlebih mereka sudah tau bahwa salah-satu dari mereka adalah orang nya"  "Tapi my Lord, bukan kah gadis itu Alice? Mengapa anda berkata salah-satu dari mereka?"  "Dengar Mizuki, kau hanya perlu melindungi Alice. Untuk siapa pun orang nya, kau pasti akan segera mengetahui nya!"  "Baik My Lord, aku akan terus mematuhi mu!" seru Mizuki sambil memberikan hormat pada sosok itu.  "Kau bisa pergi sekarang dan tetap awasi pergerakan dari musuh kita, sampai mereka bertiga siap, maka kita akan menunjukkan pertarungan yang sebenarnya para mereka!"  "Baik My lord! hamba undur diri dulu!"  "Mizu, tunggu!"  "Yes my lord?"  "Kau ambil ini!" seru sosok itu sambil melemparkan sebuah tongkat kecil pada gadis itu yang menatap sang tuan dengan alis berkerut  "Jaga lah diri mu, terlebih dari sosok tuan mu itu. Kau bisa?" seru nya segera menghilang dari ruangan itu dan meninggalkan Mizuki yang menatap sosok di depan nya yang sudah menghilang. Mizuki menaikkan kedua sudut bibir nya, "Terimakasih My Lord!" 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN