Bagian 21 || Kekuatan
Logan menatap Alice dan Xander yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara barang sedikit pun, semenjak ia sadar beberapa menit yang lalu. Ia menghampiri Alice yang sedang duduk di sebelah nya dengan wajah nya yang memerah. Apa selagi dia pingsan, ia ketinggalan sesuatu? "Ada apa dengan kalian berdua? Apa terjadi sesuatu dengan kalian? Atau, apa aku ketinggalan sesuatu?"
Alice sedikit melirik Xander yang terlihat biasa saja, "Tidak ada apa-apa, memang nya kenapa?" seru Alice sambil mendengkus kesal membuat Logan semakin yakin dengan opini nya melihat ekspresi dari Alice.
"Tidak, hanya saja. Aku sedang merasa ada sesuatu yang aneh di sini! Sudah lah, lupakan saja. Lebih baik kita fokus dulu ke permasalahan kali ini! Pertama, aku mau minta maaf untuk Xander. Maaf karena aku sering tidak bisa mengendalikan emosi ku, karena jika boleh jujur. Aku merasa semakin ke sini, beban kita semakin besar saja!"
"Tidak hanya kau saja Logan, tapi kita bertiga. Mulai sekarang, satu hal yang aku minta. Agar masing-masing dari kita bisa menjaga emosi kita dengan baik. Aku tidak ingin sesuatu terulang seperti ini lagi. Karna Sejujur nya aku juga ingin hidup normal, tidak dibayang-bayangi oleh para mahluk aneh dan teror seperti ini!" ujar Xander
Logan nampak menyesal, raut wajah nya bahkan seperti tidak enak "Baik lah, aku akan terus berusaha untuk mencoba nya!" jawab Logan "Dan untuk sekarang, mari kita latih kekuatan yang ada pada diri kita masing-masing, mengenai apa yang terjadi belakangan ini. Mari kita pikirkan jalan keluar nya!" sambung Logan.
"Aku rasa itu ide yang bagus, karena kau yakin bahwa apa yang kita punya sekarang adalah anugrah. Dan kita harus melatih nya karena kita berada di dalam situasi yang cukup rumit!" Xander setuju dengan ide Logan yang terlihat sudah lebih baik dan tidak menyalahkan dirinya lagi
Alice mengangguk saja, ia langsung fokus dengan benda di depan nya. Alice menarik nafas nya dalam, berusaha untuk tidak terpengaruh dengan kehadiran Xander di sebelah nya. Tangan Alice dengan perlahan terangkat, bersamaan dengan benda di depan nya yang juga terangkat. Logan menarik sudut bibir nya, ia menatap Alice yang seperti nya sudah mulai mampu mengendalikan kekuatan nya. Namun, tatapan Logan terhenti saat menatap Xander yang sedikit aneh. Namun, tiba-tiba lelaki itu menghilang membuat Logan sadar bahwa lelaki itu juga seperti nya sedang melatih kekuatannya.
Logan ikut memejamkan matanya, netra mata Logan mulai memutih seiring dengan semua yang ada di depan nya menjadi transparan. Ia bisa melihat apa yang sedang terjadi di luar rumah mereka. Dan, ia bahkan tau dimana Xander berhenti berleteleportase. Namun, Logan langsung mengubah lagi warna matanya. Ia masih belum bisa menggunakan kekuatannya. Karena usai menggunakan kekuatannya, energi nya seolah langsung berkurang.
"Logan,Kau melihat Xander? Dia menghilang?"
Logan mengalihkan perhatian nya dan menatap Alice, "Dia melatih kemampuannya. Tidak jauh dari lokasi rumah, tunggu, sekarang dia sudah tidak lagi berada di sini. Dia semakin jauh!"
"Aku akan melatih kemampuan ku di luar, sebaik nya kau menemani ku Logan. Aku rasa kekuatan ku semakin besar!"
Warna mata Logan kembali menjadi warna semua lagi, ia menatap Alice sambil mengangguk. "Aku rasa ada lokasi yang tepat untuk latihan di sini! Tadi aku tidak sengaja melihat lokasi itu!"
"Benarkah? Kedengaran nya sedikit menyenangkan!"
Alice mengikuti Logan yang memimpin jalan nya, rumah Xander yang mereka tempati memang begitu luas. Logan dan Alice berhenti di sebuah lapangan yang cukup luas dan berumput. Alice menatap takjub tempat itu, "Ternyata kekuatan mu benar-benar berguna. Aku berharap aku bisa memiliki kekuatan seperti itu!"
"Kau hanya tidak mengerti saja Alice, kau tau bukan masa lalu ku? Aku rasa itu sudah cukup membuktikan bahwa kekuatan seperti ini tidak ada enak nya. Aku malah berharap bahwa aku adalah orang normal. Seperti anak-anak normal lain nya!"
"Ck, sudah lah. Sebaik nya kita segera berlatih!"
Alice sengaja mengalihkan pembicaraan, Logan dulu memang sudah tau bahwa ia punya anugrah itu. Saat masih menginjak remaja, Logan sering kali tidak bisa mengendalikan kemampuannya. Sering kali warna mata Logan berubah saat mereka di sekolah, dan ditempat-tempat lainnya. Itu membuat sebagian orang berpikiran bahwa Logan adalah mosnter. Atau sosok yang menakutkan. Beruntung Alice tetap bersama dengan Logan dimasa-masa tersulit lelaki itu. Hingga pada akhirnya, Logan terus melatih kekuatannya bersama dengan Robert dan Harada. Hingga akhirnya Logan berhasil mengendalikan penglihatannya. Namun ketika menggunakan kekuatannya, Logan akan lebih cepat merasa lelah. Bahkan Logan beberapa kali pingsan saat menggunakan kekuatannya.
Bedanya dengan Alice, gadis itu baru sadar punya semacam kekuatan ketika tidak sengaja marah pada salah-seorang yang membuly Logan. Alice hanya memikirkan dia ingin melempar lelaki yang membuly Logan dengan batu. Dan itu tiba-tiba terjadi, lelaki yang membuly Logan dan hendak memukul nya langsung terkapar.
Dan sejak saat itu, Alice sadar bahwa ia punya kekuatan di dalam tubuhnya. Ia membicarakan hal itu pada Benard, namun wanita paruh baya itu. Hanya menatap nya dan berlalu, dan semakin sering melarangnya keluar. Meski tidak tau mengapa wanita itu marah, tapi Alice lama-kelamaan terbiasa dengan mereka.
Sementara Xander, mereka bertemu dengan leleki itu dalam kontes yang berbeda. Logan sudah lebih dulu kenal dengan lelaki itu, dan ia mengenalkan nya pada Alice saat mereka sudah mulai masuk sma. Tidak banyak hal yang istimewa dari mereka. Karena selain jarang menampilkan ekspresi nya, Xander juga tidak banyak berbicara ketika bermain bersama dengan Alice, dan Logan.
Logan lalu menatap Alice saat ini, ia menatap gadis itu yang mendekati pohon di lapangan itu. Sebelum Alice bertindak, Logan langsung menerawang lebih dulu. Memastikan bahwa tidak ada yang melihat apa yang sedang mereka lakukan saat ini.
"Tempat ini tidak bisa dilihat oleh manusia biasa Logan, kau tidak perlu khawatir!"
Logan langsung membalikkan badannya dan mendapati Xander yang berdiri di belakangnya "Kau sudah di sini? Sejak kapan?" Logan lalu mendekati Xander dan menatap Alice
Alice mendekati pohon yang ada di tengah lapangan berumput itu, ia menatap pohon itu lebih dahulu dan mulai memfokuskan pikirannya. Alice bisa merasakan bahwa kekuatan nya juga semakin besar. Tangan Alice ter-ulur, ia merasakan bahwa pohon di depan nya mulai bergerak. Pohon di depan nya terasa mengikuti apa kemauannya. Alice tersenyum dan semakin menggerakkan pohon itu sebelum, "Alice!"
Alice tiba-tiba merasakan badan nya melayang dan tidak lama kemudian Brakk.. Bunyi robohan pohon terdengar tidak jauh dari Alice. Gadis itu mulai membuka mata nya dan tiba-tiba Alice molotot saat menatap rahang kokoh yang cukup membuat nya merasakan panas di wajah nya lagi. Wajah Alice semakin terasa panas saat netra nya bersitubrukan dengan netra tajam Xander.
Brukk...Bunyi pohon terdengar jatuh, Alice sedikit terkejut dan menatap pohon yang tadi ia tatap itu sudah tumbang. Alice sedikit merasa lemah, beruntung sekali Xander langsung membawanya dengan tepat waktu.
"Bisa kau lepas kan aku?" cicit Alice
Xander segera sadar dan langsung melepaskan kedua tangan nya
"Ehuhhh, euhh, Arkhhhh!" brukkk..
Alice terjatuh ke tanah karena tidak siap dengan Xander yang tiba-tiba melepaskan tangan nya. Alice menatap Xander yang berdiri di depan nya dengan tatapan horor, ia bahkan menepis tangan Logan yang tiba-tiba ingin membantu nya berdiri. "Aku bisa sendiri, dasar sialan. Badan ku terasa remuk!" kesal Alice menatap Xander yang mengalihkan perhatian nya
"Maaf, aku tidak sengaja. Kau yang meminta untuk melepaskan mu tadi!" jawab Xander semakin membuat Alice merasa kesal
"Tapi, kau kan bisa melepaskan ku baik-baik. Dasar Es, manusia es!" teriak Alice semakin kesal dan bergegas kembali lagi ke dalam rumah dengan hentakan kaki yang membuat Logan bengong sambil menatap Xander dan Alice bergantian.
"Kapan kau datang? Aku bahkan tidak bisa merasakan bahwa kau tiba-tiba pergi dari sebelah ku. Dan kau tiba-tiba menyelamatkan Alice dari pohon itu!" Seru Logan sambil menatap Alice yang sudah mulai menjauh. Gadis itu bahkan tidak berterimakasih pada Xander yang sudah menyelamatkan nya dari pohon itu. Kekuatan Alice memang sudah mulai besar, tapi gadis itu masih belum mampu untuk mengendalikan nya.
Xander menatap Logan, "Aku tidak tau, hanya feeling saja. Sudah lah, kau tidak mau masuk?"
"Cepat sekali! Apa kau sedang merasa bersalah pada gadis itu?"
"Tidak, tidak sama-sekali! Sudah lah,aku pergi dulu!"
Shuttt.. Xander tiba-tiba menghilang lagi saat Logan hendak angkat bicara. "Dasar sialan, mereka benar-benar membuat ku bingung!" ujar Logan karena lagi-lagi ia di tinggal sendirian. Dengan perasaan kesal, Logan kembali melangkah memasuki rumah itu. Namun Logan berhenti sejenak, ia menatap pohon yang tumbang itu. Cukup besar dan Alice mampu menggerakkan pohon itu dengan Telekinesis miliknya. Logan langsung bergegas masuk ke dalam rumah Xander, lalu menatap buku-buku mitologi yang kalau tidak salah. Ia pernah membaca, kekuatan mengenai Telekinesis.
Logan menemukan nya, ia langsung duduk di sofa. lalu mulai membaca buku bersampul merah tua itu. Di sana ada tertulis sebuah judul "The Immortal Life "
Logan membaca bagian itu, si sana terdapat tulisan pemilik-pemilik kekuatan yang ada di dalam immortal word. 'Seorang manusia biasa bisa memiliki sebuah kekuatan yang cukup besar, dari dulu hingga berganti jaman. Pemilik kekuatan terbesar adalah mereka yang di anugrahi kekuatan bernama teleportase. Pemilik kekuatan ini adalah salah-satu manusia langka. Karena tidak semua tubuh manusia bisa menampung kekuatan itu.
Logan terdiam saat membaca tulisan itu, ia hanya ingin mencari tahu mengenai kekuatan Telekinesis. Namun ia malah membaca Teleportase, membaca buku itu membuat Logan kepikiran dengan Xander. Dari awal ia memang menyadari hal itu, karena dari mereka. Xander yang lebih dulu menguasai kekuatannya.
***
Alice yang sedang kesal terus melangkah memasuki kastil itu tanpa sadar bahwa langkah kaki nya membawa nya ke jalan yang tidak ia ketahui. Alice sadar dan berhenti melangkah saat menemukan lorong gelap dan tidak ada penerangan sama-sekali. Alice hendak berbalik, namun lorong di belakang nya membuat ia menelan saliva nya kasar. Perasaan nya tadi, ia datang dengan lorong yang masih terang. Lalu, mengapa tiba-tiba semua penerangan nya tidak ada lagi?
Alice menggelengkan kepala nya, ia mulai berjalan lagi dan menyusuri ding-ding yang terasa lembab. Dan, Alice juga baru sadar akan hal itu. Langkah kaki yang terdengar dari lorong di depan nya membuat Alice merapatkan diri nya ke ding-ding yang berlendir dan lembap. Aura ini benar-benar menguji nyali Alice. Samar-samar ia mendengar suara dari kejauhan beserta api yang menerangi jalan. Alice tiba-tiba panik saat cahaya itu ternyata menuju ke arah nya. Alice merapat ke ding-ding, dan tiba-tiba merasakan adanya bekapan di mulut nya. Alice hendak berontak "Jangan banyak bergerak Alice, atau kita berdua akan ketahuan! Dan, kau yang pertama menabrak ku!"
Dekapan di mulut Alice lepas, Alice segera membalikkan badan nya dan tubuh nya semakin merapat pada sosok di depan nya. Namun, dari suara di depan nya. Alice seperti nya bisa tau siapa yang sekarang berada di depan nya, "Xander?"
"Stttt, jangan berisik Alice. Pelan kan suara mu!"
Alice kembali diam dan dengan perlahan ia mulai mendengar percakapan dari jauh.
"Tuan, saya sudah memeriksa mengenai kematian itu. Tapi, tidak memberikan petunjuk sama-sekali!"
"Apa kau sudah yakin?"
"Sudah Tuan, namun ada beberapa informasi yang saya dapatkan. Saya mendapatkan bahwa semua luka di tubuh korban sama. Ada ukiran di tubuh masing-masing korban, dan semua korban kehilangan hati nya!"
"Hati?"
"Ya tuan, semua nya kehilangan hati!"
"Apa kau berpikiran mereka sedang mengincar mereka bertiga?"
"Aku rasa begitu tuan, aku khawatir bahwa ini adalah ulah dari iblis itu!"
"Apa kau merasakan ada nya kehadiran nya?"
"Tidak tuan, tapi. Aku merasakan ada pertanda yang berusaha untuk di kirim kepada kita. Pertengahan malam tadi, aku mendapati sebuah kupu-kupu hitam dan hinggap di atas patung Zeus!"
"Perketat keamanan, aku rasa ini saat nya aku memberitahukan kepada Xander yang sebenarnya. Aku tidak ingin mereka terluka!"
"Baik tuan, perintah anda akan segera saya laksanakan!"
Percakapan itu mulai tidak terdengar bersamaan dengan cahaya itu juga yang semakin tidak terlihat. Xander dan Alice segera keluar dari tempat persembunyian mereka. Alice menatap Xander yang sudah meninggalkan nya lebih dulu, karena lelaki itu memiliki flash dari handpone nya. Alice berdecak kesal lalu mengejar langkah lelaki itu "Xander, kau tau arti nya? Aku mohon, tolong jelaskan pada ku!"
Xander menghela nafas nya, ia berhenti melangkah dan tiba-tiba ia merasakan tabrakan di punggung nya.
"Auhhh, kenapa kau tiba-tiba berhenti? Dasar menyebalkan,seharus nya kau bisa bilang dulu kalau mau berhenti, tidak se---"
"Stttt, Jangan terlalu berisik!" seru Xander sambil menyumpal bibir Alice dengan tangan nya. Xander menahan nafas nya saat tatapan Alice terlihat jelas baginya. Ia segera melepaskan tangan nya dan berjalan mendahului gadis itu yang lagi-lagi merepet membuat sudut bibir Xander entah mengapa terangkat karena mendengar suara gadis itu.