Cia. Satu minggu berlalu sejak Nico memberikan hadiahnya padaku. Rumah. Sebuah rumah yang hangat dan penuh cinta, rupanya adalah hadiah pernikahan yang diberikan Nico padaku. Buatku, Nico sendiri merupakan hadiah terindah dari Tuhan untukku. Dan aku, merasa bersyukur karena itu. Dulu-dulu, mana pernah aku bayangkan bisa menjadi kekasihnya, apalagi calon istrinya. Yang ada aku hanya menjadi teman makannya dulu. Ah, omong-omong soal makanan, Nico bilang kalau dia paling suka spaghetti buatannya Sammy. Tapi, Sammy kan nggak pernah masak, yang masak pasti Ramsey. Apa dulu dia salah ngomong ya? Aku mengambil bukuku yang kutulis untuknya. Isi buku itu adalah tentang aku dan dirinya. Kaleidoscocia. Kaleidoskop yang isinya tentang Nico dan aku. Aku mencintainya sejak lama. Di dalamnya ada

