Pusing Dua bulan sejak aku resign aku disibukkan dengan mengurus pernikahan ku. Mulai dari cari dekor, MUA, seragam keluarga, baju pengantin, souvernir dan undangan pun aku yang mengurus, eh dengan bantuan Hammas juga kadang. Ingat ya aku dan Hammas bukan dengan Mas Dhimas, Mas Dhimas jangan di tanya dia akhir-akhir ini malah disibukkan dengan pekerjaannya sebelum ambil cuti, dia hanya sebagai sponsor dan pengamat saja jalannya pernikahan kami, terkadang aku bingung sebenarnya aku ini mau nikah sama Mas Dhimas atau Hammas sih. Bahkan yang menyiapkan berkas pernikahan kami ke KUA pun aku dengan Hammas. Sampai Hammas di godain sama Ayah ku. "Ini tadi berkasnya Mas Dhimas kan Ham? Jangan - jangan tadi kamu salah ambil, yang kamu bawa malah punya kamu ." "Hehe ya nggak lah Om, eh tapi bole

